Pencarian Korban Terhambat Derasnya Arus Sungai

by
PANTAU LANGSUNG - Kepala Pelaksana BPBD Batang, Ulul Azmi, saat memantau langsung proses pencarian di alur Sungai Kupang, Selasa (10/5/2022).

*Pencarian Diperluas jadi 7 Km

BATANG – Sebanyak 120 personel tim gabungan masih melakukan pencarian jenazah Saputra (7), yang tenggelam sejak Sabtu (7/5/2022). Namun demikian, derasnya arus Sungai Kupang cukup menghambat proses pencarian, sehingga sampai hari keempat pada Selasa (10/5/2022) kemarin belum juga ditemukan petunjuk berarti soal keberadaan jasad korban.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang, Ulul Azmi, juga kembali turun memantau langsung proses pencarian korban bersama jajarannya pada hari keempat kemarin. Menurut Ulul, pihaknya telah memperluas area pencarian dari sebelumnya 4 kilometer menjadi 6-7 km, yakni sampai Jembatan Gapuro.

“Kalau sebelumnya kan dari TKP sampai Bendung Asem Siketek perbatasan Cepagan-Masin, sepanjang 4 kilometer. Nah, sejak pagi tadi diperluas menjadi 6 sampai 7 kilometer,” ungkap Ulul.

Sejak pagi kemarin, sebanyak 90 personel tim gabungan telah turun melakukan penyusuran, lalu siang hari bertambah 30 an personel. Sayangnya, sampai dengan sore kemarin, tim belum juga menemukan jasad korban.

“Kendalanya memang arus sungai yang lumayan deras, sehingga proses pencarian agar terhambat. Ditambah lagi, kadang juga terjadi hujan di hulu yang menyebabkan debit air naik. Seperti siang tadi, hulu sungai di Tombo Bandar terjadi hujan, sehingga tim kita minta naik dulu dan melakukan penyusuran di sepanjang tepi sungai,” jelas Ulul.