Gethuk Lindri 350 M Ramaikan Syawalan di Kota Santri

by -
GEBYAR SYAWALAN GETHUK LINDRI - Masyarakat Desa Ambokembang, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, meramaikan tradisi syawalan dengan menyajikan gethuk lindri terpanjang, kemarin.

KEDUNGWUNI – Setelah vakum selama dua tahun karena pandemi Covid-19, sajian gethuk lindri terpanjang kembali meramaikan tradisi syawalan tahun 2022 di Kota Santri.

Gebyar Syawalan Gethuk Lindri ini ada di Gang 9 Desa Ambokembang, Kecamatan Kedungwuni. Gethuk lindri sepanjang 350 meter menjadi pusat perhatian masyarakat, Senin (9/5/2022) kemarin.

Pantauan di lapangan, ribuan orang tampak berdatangan dari berbagai desa di wilayah Pekalongan dan sekitarnya. Warga berjejer mengular di sepanjang meja gethuk lindri. Panitia membagikan jajanan pasar ini secara gratis kepada para pengunjung.

Kepala Desa Ambokembang Adi Atma, mengatakan, perayaan grebek syawalan ini sempat vakum selama dua tahun, yakni tahun 2020 sampai 2021 akibat adanya pandemi Covid-19.

“Pembuatan gethuk lindri terpanjang ini merupakan yang ke-12, dimulai sejak tahun 2012 dan sudah masuk dalam catatan Muri pada tahun 2018 sebagai pembuatan gethuk lindri terpanjang,” kata dia.

Gethuk tersebut dibuat dengan panjang 350 meter. Tak heran gethuk ini membentang dari depan Gang 9 Ambokembang sampai depan Ponpes Miftahul Ulum.

Menurutnya, gethuk tersebut dibuat selama dua hari, dengan menghabiskan dana sekitar Rp 20 juta hasil swadaya masyarakat.