Salat Idulfitri, Bupati Batang : Amanah Tinggal 20 Hari, Jisamsu Minta Maaf

by
Bupati Wihaji memberi sambutan sebelum pelaksanaan sholat Ied di Masjid Agung Darul Muttaqin Batang.

BATANG – Ribuan umat muslim Senin (02/05/2022) mengikuti sholat IdulFitri di Masjid Agung Darul Muttaqin Batang. Nampak hadir Bupati Wihaji dan Wakil Bupati Suyono beserta Dandim 0736 Batang Letkol Arh Yan Eka Putra dan Kapolres Batang AKBP M Irwan Susanto, Sekda Batang Lani Dwi Rejeki. 

Umat muslim nampak antusias mengikuti sholat Ied, karena tiga tahun mereka tidak dapat melaksanakannya di masjid agung akibat pandemi. Namun tahun ini pemerintah kembali mengizinkan, termasuk tanpa adanya jarak.

Dalam pelaksanaan salat Idulfitri bertindak sebagai imam, Kh M Thoha Al-Hafidz, adapun penyampaian khotbah disampikan kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang Kh M Aqsho.

Bupati Wihaji dalam sambutanya sebelum pelaksanaan sholat Ied mengatakan, amanah yang diterimanya dari warga Batang tinggal 20 hari lagi. Pada kesempatan itu, dirinya bersama Wabup Suyono meminta maaf bila ada hal-hal yang belum bisa terlaksana ataupun terpenuhi.

“Amanah yang diberikan rakyat Batang pada Jisamsu (Wihaji Bersama Suyono) lima tahunya tinggal 20 hari. Kami menyadari belum bisa secara maksimal dalam melayani rakyat Kabupaten Batang. Oleh karena itu, saya bersama Wakil Bupati Suyono meminta maaf jika ada beberapa program belum terlaksana,” ungkap Bupati Wihaji. 

Lebih lanjut dijelaskan, berbagai tantangan, hambatan dan kendala dalam melaksanakan pembangunan daerah sudah dilalui dengan semangat guyub rukun seluruh elemen masyarakat Kabupaten Batang. 

“Alhamdulillah semua itu bisa kita lewati dengan baik, namun pada kesempatan ini Jisamsu tidak akan pamit. Kami berdua hanya meminta diri agar amanah ini bisa selesai dengan husnul khotimah,” pinta Wihaji.

Wihaji juga menuturkan, untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, berbagai program terus dilakukan seperti peningkatkan kualitas pelayanan publik dengan tata kelola siatem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE). Lalu , program pengembangan perekonomian yang berkelanjutan dengan didukung insfrastruktur jalan dan kawasan industri berkualitas dan ramah lingkungan.

“Ayo kita bangun Batang bareng – bareng, saya yakin Batang lebih baik. Kita juga harus siapkan mental karena perkembangan zaman sangat cepat sekali. Harapan kita, Ngeli zaman tapi ojo ngeli. (ikuti zaman tapi tidak tertarik oleh zaman,” tandas Wihaji. (don)