Radar Kajen

KPU Jateng Monitoring Coklit di Daerah Rob

Coklit Daerah Rob

MONITORING – Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah, Ikhwanudin didampingi anggota Panwaslu dan KPU Kabupaten Pekalongan, melakukan monitoring pelaksanaan Coklit di daerah tergenang rob, kemarin.
MUHAMMAD HADIYAN

KAJEN – Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah, Ikhwanudin melakukan monitoring pelaksanaan pencocokkan dan penelitian (Coklit) data pemilih di wilayah terdampak banjir rob Kabupaten Pekalongan. Monitoring yang berlangsung sejak pagi hingga sore kemarin (9/2), bertujuan untuk memastikan pelaksanaan Coklit sesuai dengan target yang telah ditentukan.

Pantauan ini juga didampingi beberapa komisioner KPU Kabupaten Pekalongan dan anggota Panwaslu setempat. Rombongan monitoring tersebut terjun langsung bersama petugas panitia pemutakhiran data pemilih (PPDP), menyusuri permukiman-permukiman penduduk yang terendam luapan air laut atau rob.

Komisioner KPU Jateng, Ikhwanudin, mengungkapkan bahwa dengan monitoring langsung ini pihaknya dapat memastikan pelaksanaan Coklit berjalan lancar di wilayah pesisir, meskipun terkendala fenomena alam.

“Di sini kita melihat, perkembangan coklit di lapangan. Coklit sendiri berlangsung selama satu bulan. Targetnya kan sepuluh hari pertama, 40 persen. Kemudian sepuluh hari kedua 80 persen. Sisanya, 20 pesen di 10 hari terakhir,” terangnya.

Saat ini, lanjut dia, sudah memasuki sepuluh hari kedua. Hasil dari pantauan kemarin, sebagian besar wilayah pesisir yang terdampak rob, sudah menyelesaikan 80 persen proses Coklit.

“Rata-rata sudah tercoklit semua. Desa Simonet juga sudah 100 persen, tadi saya ketemu pihak desa, ada 60 KK di desa tersebut. Sedangkan yang lain masih proses, dan hampir selesai,” ungkap Ikhwanudin.

Ia melihat sendiri, proses pencoklitan di lokasi banjir pesisir. Petugas PPDP menyusuri genangan menuju rumah-rumah warga dengan menggunakan getek, pakai sepatu boots dan lain sebagainya.

“Sebenarnya, tidak hanya rob maupun daerah rawan longsor yang menjadi kendala pencoklitan. Pindahnya warga terdampak proyek tol juga menjadi kendala tersendiri. Sebab di beberapa lokasi, pihak desa tidak mengetahui warganya pindah di daerah mana,” jelas dia.

Ia berharap, lima hari menjelang masa terakhir, para petugas PPDP telah menyelesaikan tugasnya proses coklit. Sehingga, sisa lima hari terakhir bisa digunakan untuk menyusun berkas-berkas hasil coklit untuk kemudian diserahkan kepada PPS, PPK dan KPU.

“Pencoklitan ini selesai 17 Februari nanti. Menurut saya, para petugas bisa selesai tepat waktu,” tandasnya.

Sementara Komisioner KPU Kabupaten Pekalongan, M Ahsin menuturkan, pihaknya mendampingi monitoring yang dilakukan pihak KPU Jateng ke daerah bencana rob di Kabupaten Pekalongan, kemarin. Pemantauan itu di antaranya di Desa Jeruksari, Mulyorejo, Tegaldowo Kecamatan Tirto, dan Desa Semut, Simonet, Pesanggrahan, serta Desa Pecakaran Kecamatan Wonokerto.

“Alhamdulillah, walaupun pelaksanaan terkendala fenomena alam di lapangan, tapi para petugas terpantau bisa melakukan tugasnya dengan baik,” ujar Ahsin. (yan)

Penulis: M. Hadiyan & Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments