Ribuan Botol Miras Hasil Razia Pekat di Kota Pekalongan Dimusnahkan

by

KOTA – Sedikitnya 2.700 botol miras berbagai merek dan jenis dimusnahkan dengan cara digilas menggunakan alat berat tandem roller di depan Mapolres Pekalongan Kota, Jumat (22/4/2022) pa

Pemusnahan dilakukan oleh Polres Pekalongan Kota bersama Pemkot Pekalongan dan perwakilan unsur forkompimda setempat, usai apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2022.

Kegiatan disaksikan langsung oleh Kapolres Pekalongan Kota AKBP Wahyu Rohadi, Wakil Wali Kota Pekalongan H Salahudin, Wakil Ketua PN Pekalongan, serta perwakilan Kejari setempat.

Kapolres AKBP Wahyu mengatakan ribuan botol miras itu merupakan hasil razia penyakit masyarakat (pekat) oleh Sat Samapta Polres Pekalongan Kota bersama jajaran Polsek, serta oleh Satpol PP Kota Pekalongan.

“Pelaksanaan operasi miras ini sudah kami laksanakan pada saat H-7 menjelang Bulan Suci Ramadan hingga tadi malam, yang mana hasil miras yang berhasil disita dan dimusnahkan pada hari ini terkumpul sebanyak 2.700 botol minuman keras dari berbagai merek dan jenis,” tutur AKBP Wahyu.

AKBP Wahyu menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dukungan semua pihak yang telah membantu dalam keberhasilan operasi miras ini. Dirinya berharap, agar kegiatan operasi pekat semacam ini tidak hanya berhenti sampai disini saja, tetapi tetap bisa dilaksanakan hingga menjelang Idul Fitri Tahun 2022.

“Dengan adanya kegiatan ini tentunya kita juga bisa menyelamatkan generasi-generasi muda Kota Pekalongan agar tidak terjerat bahaya minuman keras dan narkoba. Syukur Alhamdulillah kegiatan ini bisa terlaksana dengan lancar. Terimakasih atas sumbangsih kepada semua pihak yang terlibat,” tegasnya.

Wakil Wali Kota Pekalongan, H Salahudin mengaku bersyukur atas terselenggaranya kegiatan pemusnahan ribuan miras ini. Menurutnya, langkah-langkah untuk mencegah dan mengurangi penyakit masyarakat khususnya kaitannya dengan peredaran miras dan narkoba terus dilakukan terutama di Bulan Suci Ramadan

“Kami berharap, masyarakat sudah mulai meningkat kesadarannya untuk tidak minum minuman keras. Diharapkan, mereka sudah tahu betul bahaya miras, dimana tak jarang dari minum minuman keras ini bisa menjadi awal (bibit) yang menyebabkan tindak kriminal yang lain,” ungkap Wawalkot Salahudin.

Pasalnya, dengan meminum minuman keras ini bisa membuat pikiran seseorang tidak terkontrol akibat dibawah pengaruh miras (mabuk). Sehingga, hal-hal kemungkinan buruk yang tadinya tidak direncanakan bisa saja terjadi akibat penggunaan miras ini seperti pemerkosaan, penganiayaan, pembegalan, dan sebagainya.

“Kami mendukung penuh langkah TNI/POLRI dan Satpol PP untuk membantu masyarakat Kota Pekalongan lepas dari ketergantungan narkoba yang awalnya kadang diawali dengan perilaku minum minuman keras ini,” imbuhnya. (way)