Program Adaptation Fund Siapkan Rp86 M

oleh -
KERJASAMA - Wali Kota Pekalongan, A Afzan Arslan Djunaid dan Direktur Eksekutif Kemitraan Jakarta, Laode M Syarief usai penandatangan MoU terkait program Adaption Fund di Kota Pekalongan

*Untuk Penanganan Banjir dan Dampaknya

KOTA – Kota Pekalongan menjadi pilot project program Adaptation Fund dari Lembaga Kemitraan. Melalui program tersebut, Kota Pekalongan akan mendapatkan program senilai Rp86 miliar yang diwujudkan dalam berbagai kegiatan. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU antara Pemkot Pekalongan dengan Kemitraan yang secara simbolis dilakukan oleh Wali Kota Pekalongan, A Afzan Arslan Djunaid dan Direktur Eksekutif Kemitraan Jakarta, Laode M Syarief.

Program tersebut merupakan sebuah program dukungan pembiayaan proyek dan program yang membantu masyarakat rentan di negara berkembang untuk beradaptasi dengan perubahan iklim yang didirikan berdasarkan protokol Kyoto dari konvensi kerangka kerja PBB tentang perubahan iklim (UNFCCC).

Wali Kota menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pihak Kemitraan Jakarta yang telah menunjuk Kota Pekalongan menjadi pilot project Program Adaptation Fund. Seperti diketahui, saat ini Kota Pekalongan sebagai salah satu kota di Indonesia yang terdampak perubahan iklim menjadi daerah yang mendapatkan perhatian dari Lembaga Kemitraan (Patnership for Governance Reform) untuk mendapat bantuan penanganan banjir rob sebesar Rp86 miliar melalui program Adaptation Fund.

“Kita sudah MoU dengan Kemitraan mengenai Adaptation Fund dimana Kota Pekalongan menjadi pilot project program ini. Mudah-mudahan, program ini bisa berjalan lancar dan berhasil untuk meminimalisir dampak bencana perubahan iklim di Kota Pekalongan, ” tutur Aaf.

Aaf menyebutkan, dalam penerapan Program Adaptation di Kota Pekalongan ini diantaranya dilakukan melalui penanaman mangrove, pembuatan tanggul, dan program antisipasi perubahan iklim lainnya. Aaf bersyukur, di Tahun 2022 ini dampak banjir Kota Pekalongan sudah semakin berkurang dibandingkan di tahun sebelumnya. Hal ini berkat program-program yang selama ini sudah dilakukan baik melalui pembangunan sumur pompa, pembuatan tanggul, dan program-program lainnya yang masih terus diupayakan. Mengingat, banjir yang disebabkan air hujan dan rob ini penanganannya jauh berbeda