Awas! Ini Titik Paling Rawan Kecelakaan di Tol Batang-Semarang

by
Jembatan Pelengkung Kalikuto yang berada di perbatasan Kabupaten Batang dan Kendal.

Jasa Marga telah memetakan titik rawan kecelakaan di sejumlah ruas tol. Pemudik harap meningkatkan kewaspadaan saat perjalanan pulang ke kampung halaman.

Direktur Utama Jasa Marga Tol Semarang-Batang Prayudi mengungkapkan wilayahnya termasuk rawan kecelakaan. Memasuki ruas tol tersebut, para pengguna jalan tol akan mengalami kelelahan dalam berkendara.

“Iya, pada saat memasuki Tol Semarang-Batang, mereka lelah dan mengantuk. Itulah potensi-potensi kecelakaan,” kata Prayudi saat keterangan pers di Plaza Tol Jasa Marga Manyaran Kota Semarang, Rabu (20/4).

Dia meminta para pemudik yang akan melintasi Tol Semarang-Batang harap meningkatkan kewaspadaan dalam mengemudikan kendaraan.

Ruas tol wilayahnya memiliki jarak antarrest area yang cukup jauh. Pengguna jalan tol harus menempuh jarak 104 kilometer untuk dapat beristirahat di rest area Tol Semarang-Batang selanjutnya.

“Kami memiliki peta, di titik 360-365 bisa jadi kecelakaan di situ karena faktor kelelahan,” imbuhnya.

Masyarakat perlu menyesuaikan kembali saat melakukan perjalanan jauh ketika mudik Lebaran tahun ini. Aktivitas mudik selama dua tahun terakhir yang ditiadakan sangat mempengaruhi perjalanan para pemudik.

Direktur Utama Trans Marga Jateng Denny Candra Irawan menyebut selama dua tahun itu, pengguna jalan terbiasa melakukan perjalanan jarak dekat.

“Dua tahun ini aktivitas mudik tidak ada, ini harus kami antisipasi,” tambah Denny.

Titik-titik rawan kecelakaan yang perlu diperhatikan para pemudik juga dipetakan di ruas Tol Semarang-Solo. Selain faktor kelelahan, jalan landai dapat menurunkan fokus para pengemudi.

“Biasanya titiknya terjadi di ruas yang cenderung datar dan lurus, termasuk cuaca panas siang hari,” tuturnya.

Pihaknya telah melakukan sejumlah skenario untuk mencegah terjadinya kecelakaan di titik-titik yang telah disebutkan.

Melakukan rekayasa berupa rambu, kemudian pemasangan lampu listrik, hingga marka profile telah dipersiapkan sebelum masa mudik Lebaran berlangsung.

Adanya marka profile tersebut, lanjutnya dapat menjadi pengingat pengguna jalan agar tetap fokus kembali melanjutkan perjalanannya.

“Untuk pengguna jalan yang mengantuk, cenderung keluar lajur akan terganggu adanya marka tersebut,” jelasnya.

Tak hanya sebatas menyiapkan sejumlah antisipasi, pengelola jalan tol juga giat memberikan edukasi dan sosialisasi pentingnya menjaga keselamatan saat berkendara.

“Perilaku yang aman, ugal-ugalan dan memakai bahu jalan kami edukasi terus,” kata Direktur Utama Jasa Marga Solo-Ngawi dan Ngawi Kertosono.

Dia menyebut kampanye berkendara aman relatif disampaikan kepada para pengguna jalan tol.

Menurutnya, tanggung jawab keselamatan pengendara bukan berada di pihaknya sebagai operator dan kepolisian, tetapi juga pengguna jalan.

“Kami menyiapkan infrastruktur penuh keselamatan,” terangnya.(mcr5/jpnn)