Bupati Batang : Hoax yang Diulang-ulang Bisa Dianggap Kebenaran

by

BATANG – Media sosial saat ini bisa menjadi salah satu penggoda keutuhan persatuan dan kesatuan. Bahkan bisa juga menjadi alat untuk mengadu domba antara sesama anak bangsa.

Hal itu diungkapkan Bupati Batang Wihaji dihadapan seratusan pemuda pada acara Sosialisasi Bela Negara Pemuda Pemudi Kabupaten Batang, di pendopo kantor bupati setempat, Kamis (21/04/2022). Acara itu merupakan prakrasa dari TNI Angkatan Udara wilayah radar 214.

Wihaji menyatakan bahwa harga paling mahal hari ini adalah persatuan dan kesatuan. Apalagi di era yang sudah masuk dalam abad informasi.

“Kita harus berhati-hati dalam memanfaatkan media sosial, karena hoax yang diulang-ulang bisa dianggap kebenaran. Padahal tidak benar. Itu bahaya,” tegas Bupati Wihaji.

Pada kesempatan itu, Bupati Wihaji meminta para pemuda untuk tidak mudah termakan hoax. Lalu, juga menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan serta tidak mudah dipecah belah.

Sementara itu, Paban III Spotdirga Kasau, Kolonel Sus Kodrat Maliki mewakili Aspotdirga Kasau mengatakan, bela negara merupakan hak dan kewajiban konstitusional setiap warga negara Indonesia. Kesadaran bela negara menjadi modal sosial dan daya tangkal bangsa.

“Sehingga setiap warga negara punya kesiapan menghadapi ancaman militer dan non militer. Bela negara tidak harus mengangkat senjata, tapi bisa sesuai keahlian masing-masing individu,” kata Kolonel Sus Kodrat Maliki.

Dia juga menekankan agar generasi muda untuk menghindari ajaran radikalisme, intoleran, tindakan kekerasan, dan narkotika. Hal-hal itu bisa menjadi bentuk bela negara para generasi muda.

“Generasi muda harus mampu bersaing dengan generasi muda negara lain, memiliki soft skills yang baik dan kepribadian yang kreatif, aktif dan inovatif. Dengan begitu akan mampu menghadapi dinamika persaingan global yang semakin ketat,” tandas Kodrat. (don)