Air Asin di Petungkriyono

by
AIR ASIN - Camat Petungkriyono Hadi Surono saat berada di sumber air asin di Dukuh Sitipis, Desa Kayupuring.

PETUNGKRIYONO – Air laut berasa asin. Itu lumrah. Namun ada sumber air di pegunungan rasanya asin. Itu baru aneh.

Air asin ini berada di daerah pegunungan Petungkriyono, tepatnya di Dukuh Sipitis, Desa Kayupuring. Sumber air ini dulunya ada tiga rasa. Maka dulu dikenal dengan air tiga rasa. Yakni tawar, asin, dan asam.. Namun sumber air asam sudah tertutup longsor.

“Itu potensi alam yang luar biasa. Air asin di laut tapi ini di atas pegunungan. Ini ternyata sejak dulu,” tutur Camat Petungkriyono, Hadi Surono, kemarin.

Bahkan dulu airnya dimanfaatkan oleh warga di daerah itu untuk bumbu masak. Seiring waktu berjalan, lokasi itu kian tertutup dan dirahasiakan warga sekitar. Tidak terlalu diekspose ke luar.

“Warga menjaga potensi itu. Dan mungkin ya dulu itu tinggalan dianggap punya leluhur yang harus dijaga. Jika dibuka untuk wisata pun saya pesan jangan pernah diapa-apakan. Jangan dipoles yang tidak-tidak,” kata dia.

Disebutkan, di sekitar lokasi air asin itu juga ada curug (air terjun) yang alami. Di Dukuh Sipitis sendiri ada potensi budidaya lebah madu dan gula aren.

“Jika alamnya terganggu, lebahnya juga bisa terganggu. Berkaitan itu. Saya minta jika ada yang ingin lihat ya dilihat saja. Jangan diapa-apakan,” tandas dia.