Pemkot Komitmen Kawal Sejumlah Proyek Strategis

by
MANGKRAK - Kondisi eks bangunan Pasar Banjarsari yang mangkrak belum kembali dibangun karena masih memerlukan banyak tahapan dalam penyelesaian masalah lahan.

KOTA – Pemkot Pekalongan akan terus mengawal sejumlah proyek pembangunan strategis di Kota Pekalongan. Wali Kota Pekalongan, A Afzan Arslan Djunaid dalam paparannya saat menghadiri Rapat Paripurna peringatan Hari Jadi Kota Pekalongan mengungkapkan ada tiga proyek strategis yang dapat mengatasi sejumlah masalah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketiganya yakni pembangunan Pasar Banjarsari, pembangunan sistem pengendali banjir dan pembangunan pelabuhan onshore.

Terkait Pasar Banjarsari, dikatakan Wali Kota pihaknya terus melangkah untuk menyelesaikan berbagai proses dan kendala yang ada saat ini. Karena, kata Wali Kota, masih ada proses dengan pihak ketiga sehingga tahapannya menjadi panjang. Akan tetapi Pemerintah Kota Pekalongan tak ingin gegabah, langkah yang diupayakan ini tetap sesuai aturan.

“Kami tidak ingin melakukan pembangunan tanpa dasar hukum. Kita ini dibatasi aturan dan undang-undang. Walau bisa cepat terbangun, saya tidak ingin nanti ada efek negatifnya,” jelas Wali Kota Aaf.

Aaf ingin semua berjalan sesuai prosedur dan aman karena untuk pembangunan Pasar Banjasari ini tidak bisa menggunakan APBD melainkan APBN. “Prosesnya ternyata tak mudah, serta melalui proses panjang, birokrasi yang ruwet, perjanjian dengan pihak ketiga beberapa poin perjanjiannya tidak mendukung kita,” terang Aaf.

Aaf mengharapkan doa dan dorongan dari semua pihak agar Pasar Banjasari segera terbangun. Saat ini proses yang sudah dilakukan yakni pembongkaran pada bagian yang merupakan aset Pemerintah Kota Pekalongan yakni bangunan di atas tanah 13,13 hektar.

Kemudian terkait pembangunn sistem pengendali banjir dan rob, Pemkot juga terus berupaya menjaga ritme pembangunan mengingat proyek tersebut didanai dari APBN sebesar Rp1,2 triliun. “Kami akan jaga terus ritme pembangunan di Kota Pekalongan serta mendorong penyempurnaan pembangunan sistem pengendali banjir rob di Bremi-Meduri,” tambahnya.