40.300 Warga Kendal Masih Menganggur

by
RAKOR - Pemerintah Kabupaten Kendal menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Pengangguran di Kabupaten Kendal di Pendopo Tumenggung Bahurekso.

*Tahun Ini Pemkab Targetkan Serap 7.000 Naker

KENDAL – Tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Kendal ternyata masih cukup tinggi. Tercatat tahun 2020 angkanya sebanyak 36 ribu lebih, sedangkan tahun 2022 meningkat menjadi 40.300 orang. Kenaikan ini disebabkan karena pandemi Covid-19.

Bupati Kendal, Dico Ganinduto mengatakan, saat ini angka pengangguran di Kabupaten Kendal mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan pengangguran ini disebabkan karena pandemi Covid-19 yang membuat pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi dan berdampak ke segala sektor, termasuk banyak perusahaan yang terpaksa melakukan efisiensi untuk bertahan.

“Banyak perusahaan yang mengurangi karyawan, bahkan sekalipun ada Kawasan Industri Kendal belum bisa menyerap tenaga kerja,” kata Bupati Dico saat memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Penurunan Pengangguran dengan Dinas Tenaga Kerja, Senin (4/4/2022), di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal.

Adapun di tahun 2022 ini, Pemkab Kendal menargetkan mampu menyerap tenaga kerja baru sebanyak 7.000 orang. Saat ini baru mulai melakukan penyerapan tenaga kerja baik di kawasan industri maupun di luar itu. Pada tahun 2023 Pemkab melalui Dinas Tenaga Kerja menargrtkan 9.000 tenaga kerja akan terserap. “Apalagi di Kawasan Industri Kendal mulai ada perusahaan yang masuk akan segera merekrut tenaga kerja,” ungkap Dico.

Sebagai terobosan baru, Pemkab Kendal telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Perdana Menteri Singapura, di mana kerjasama tersebut akan berimbas pada keterserapan tenaga kerja. Kemudian juga ada pelatihan sehingga dari hasil pelatihan bisa bekerja sesuai keterampilan dan kemampuan masing masing.