Mahasiswa Ujung Tombak Implementasi Moderasi Beragama di Kampus

by
WORKSHOP - Peserta Workshop Penguatan Moderasi Beragama Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Tahun 2022 yang digelar Diktis Kemenag RI di Hotel Santika Pekalongan berfoto bersama dengan Rektor IAIN Pekalongan, Senin (28/3/2022) malam.

Rektor IAIN Pekalongan, Zaenal Mustaqim, dalam welcoming speech-nya sebagai tuan rumah menerangkan bahwa moderasi beragama adalah perilaku beragama yang toleran. Kalau ada istilah moderasi agama ini salah karena agama tidak perlu dimoderasi karena agama itu sendiri telah mengajarkan prinsip moderasi, keadilan, dan keseimbangannya. “Jadi antara moderasi beragama dan moderasi agama itu beda, tukas Zaenal sebagaimana dikutip DiktisKemenag.

Kepala Sub Direktorat Sub Direktorat Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan, Syafi’i, sebagai leading sector kegiatan ini, menjelaskan workshop yang berlangsung selama tiga hari, dari 28-30 Maret 2022 ini melibatkan pula sejumlah aktivis media, peneliti dan akademisi sebagai narasumber dalam berbagai sesi. Diantaranya dari Alvara Institute, NGO Aliansi Indonesia Damai, MADIA, serta pemimpin redaksi nu.or.id menyumbangkan gagasan dan pikiran untuk para peserta.

Misalnya saja Dr H Moh Nuruzzaman MA (Stafsus Menteri Agama RI), menjadi narasumber materi Konsep, Prinsip, dan Nilai Moderasi Beragama dalam Berbangsa dan Bernegara. Kemudian Savic Ali (Pimred nu.or.id) menjadi narasumber dengan membawakan materi tentang Analisis Media Moderasi Berama (Media Online & Media Sosial); Prof Dr Ahmad Zainul Hamdi MA (Direktur Ar-Rahim) membawakan materi Islam, Pancasila, dan Kebangsaan; Dr Siti Rofiah MH dari Elsas Semarang membawakan materi Tantangan Gerakan Islam di Tengah Ideologi Transnasional; Hasibullah Satrawi (Direktur Madia) membawakan materi Analisis Stakeholders Moderasi Beragama.

Adapula Dr Hasanudin Ali dari Alvara Institut yang menjadi narasumber pemaparan materoi Studi Data Religiusity Index Moderasi Beragama di Indonesia/Peta Gerakan Islam Radikal di Indonesia; serta Dr H Muhlisin MAg (Wakil Rektor III IAIN Pekalongan) yang memaparkan tentang Best Practice Impelentasi Moderasi Beragama di PTKI: Studi Kasus di IAIN Pekalongan. (way)