BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Klaim JKK Rp94 juta

by
Klaim BPJS Ketenagakerjaan
SERAHKAN - Walikota Pekalongan HM Saelany Machfudz menyerahkan klaim JKK kepada ahli waris sebesar Rp94 juta di sela-sela kegiatan apel peringatan K3 di pabrik PT Urip Sugiharto, Kamis (8/2). M. AINUL ATHO
Klaim BPJS Ketenagakerjaan
SERAHKAN – Walikota Pekalongan HM Saelany Machfudz menyerahkan klaim JKK kepada ahli waris sebesar Rp94 juta di sela-sela kegiatan apel peringatan K3 di pabrik PT Urip Sugiharto, Kamis (8/2).
M. AINUL ATHO

KOTA PEKALONGAN – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekalongan menyalurkan klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) bagi peserta atas nama Amat Slamet yang meninggal di lokasi kerja, 16 November 2017.

Penyerahan klaim dilakukan oleh Walikota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz kepada ahli waris yakni Najah Qibtiyah, di sela-sela kegiatan Apel Peringatan K3 di komplek pabrik PT Urip Sugiharto, Kamis (8/2).

Total kaim yang diserahkan kepada ahli waris, tercatat mencapai angka Rp114.262.940 yang terdiri dari Jaminan Kecelakaan Kerja sebesar Rp94.123.490, beasiswa sebesar Rp12.000.000 dan Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar Rp8.139.450. Selain tiga program tersebut, ahli waris juga akan mendapatkan uang pensiun sebesar Rp319.450 per bulannya.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekalongan, Septi Wiwik Herawati mengatakan, peserta atas nama Amat Slamet meninggal secara mendadak di lokasi kerja. Karyawan Koperasi Pegawai Telkom itu, dikatakan Septi mendapatkan serangan jantung hingga kemudian harus dibawa ke rumah sakit, namun kemudian meninggal. “Ini merupakan perluasan program JKK. Jadi tidak hanya peserta yang mengalami kecelakaan yang dicover, namun juga karyawan yang meninggal di tempat kerja secara mendadak. Dengan syarat, belum lebih dari 1×24 jam dirawat di rumah sakit namun sudah meninggal,” jelasnya.

Besaran JKK yang diterimakan, lanjut Septi, merupakan hasil perhitungan 48 kali gaji yang dilaporkan. Formula tersebut memang merupakan formula perhitungan pembayaran JKK dari BPJS Ketenagakerjaan ditambah uang pemakaman. Sementara untuk beasiswa, terdapat syarat khusus yakni kepesertaan minimal satu tahun. “Yang bersangkutan memang mengikuti empat program termasuk program pensiun,” tambahnya.

Mengenai total klaim yang sudah disalurkan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekalongan selama tahun 2017, Septi mengungkapkan bahwa untuk seluruh program total klaim yang disalurkan sebesar Rp22.148.355.886 dari total 3.646 kasus yang terjadi. Jumlah itu, terdiri dari klaim JHT sebesar Rp20.824.939.803 untuk 3.337 kasus, JKK sebesar Rp365.238.879 untuk 36 kasus, Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp792.000.000 dari 33 kasus dan Jaminan Pensiun sebesar Rp166.177.203 dari 240 kasus.

Septi juga kembali mengingatkan kepada perusahaan yang belum mengikutsertakan karyawannya dalam BPJS Ketenagakerjaan agar segera melakukan pendaftaran. Sebab dengan manfaat yang ada, maka karyawan dapat terjamin jika terjadi musibah kecelakaan di lokasi kerja. Selain itu, program yang ada juga dapat memberikan ketenangan baik kepada karyawan maupun pemberi kerja.

Ahli waris keluarga, Najah Qibtiyah mengaku belum mengetahui akan menggunakan uang tersebut. Namun yang jelas, uang itu akan digunakan untuk membiayai sekolah anak-anaknya. “Belum tahu, tapi yang pasti untuk biaya sekolah,” tutur warga Salam Manis tersebut.

Suaminya, dikatakan Najah, meninggal karema serangan jantung dan sempat dilarikan ke rumah sakit Budi Rahayu sebelum kemudian dinyatakan meninggal.

Apel Peringatan K3 wilayah Satuan Pengawasan Ketenaga Kerjaan Pekalongan, diikuti perwakilan pekerja dari Brebes hingga Batang. Apel dipimpin langsung Walikota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz yang dalam arahannya membacakan sambutan Menteri Tenaga Kerja, M Hanif Dzakiri. “Peringatan tahun ini mempunyai tema ‘Melalui Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau K3, Kita Bentuk Bangsa yang Berkarakter’. Pemerintah saat ini masih mempriositaskan pembangunan infrastruktur sehingga harus didukung dengan penerapan K3 agar dalam pelaksanaannya tidak terjadi kecelakaan kerja,” tutur Saelany.

Menaker dalam sambutan tertulisnya menyebutkan bahwa angka kecelakaan kerja terus terjadi penurunan yakni pada tahun 2015 sebanyak 110.285 kasus, tahun 2016 ada 105.182 kasus atau turun 4,6 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan tahun 2017 hingga bulan Agustus terdapat 80.392 kasus. “Kecelakaan kerja disebabkan karena belum optimalnya pengawasan pemaksanaan K3 di tempat kerja,” katanya.

Pemerintah, lanjutnya, juga terus berupaya melakukan pengawasan dengan menyusun aturan yang ditujukan untuk meminimalisir kecelakaan kerja dan menguatkan K3. (nul)

Penulis: M. Ainul Atho’ & Redaktur: Abdurrahman