Januari-Maret, 78 PGOT Diamankan

by
AMANKAN - Tim gabungan terdiri dari Dinas Sosial Kendal, Satpol PP serta pekerja sosial masyarakat melakukan razia pengemis gelandangan dan orang terlantar (PGOT).

*Hasil Razia Dinsos Bersama Satpol PP

KENDAL – Sebanyak 78 pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT) berhasil diamankan di Kabupaten Kendal. Jumlah tersebut merupakan hasil razia Dinas Sosial (Dinsos) Kendal bersama Satpol PP selama periode Januari sampai Maret ini.

Terbaru, operasi gabungan Dinsos, Satpol PP, dan pekerja sosial masyarakat juga berhasil mengamankan 8 PGOT, Selasa (22/3/2022). Delapan orang tersebut terdiri dari 2 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), 5 pengamen, dan 1 gelandangan. Mereka diamankan dari sejumlah titik yang selama ini menjadi langganan mangkal para PGOT, seperti lampu merah dan sepanjang jalur Pantura.

Satu ODGJ diamankan atas laporan masyarakat, karena beberapa kali diketahui membuat onar dengan melakukan tindak kekerasan, sehingga meresahkan masyarakat. Ia tidak membawa kartu identitas, namun mengaku bernama Marno (56) dari Yogjakarta. Sedangkan tiga orang pengamen berdandan ala punk merupakan bapak dan dua anak laki-lakinya berusia 12 tahun dan 17 tahun. Kelompok pengamen tersebut diamankan ketika sedang mengamen di lampu merah Sekopek Kaliwungu. Mereka mengaku mengaman untuk bekal pulang kampung di Banten Jawa Barat.

Kepala Dinas Sosial Kendal, Toni Ari Wibowo mengatakan, setelah dilakukan asesmen, jika ada keluarganya, maka akan dipulangkan. Namun bagi yang tidak diketahui keluarganya, untuk sementara ditampung di ruang shelter selama tiga hari, sambil menunggu hasil pelacakan keluarganya. Jika tidak ada keluarga yang datang menjemput, maka akan dikirim ke Panti Sosial.

“Kita asesmen, kalau nanti ada keluarganya, maka dipulangkan, jika tidak ada, maka kita tempatkan di rumah singgah sementara, sambil menunggu hasil pelacakan kepada keluarganya. Kalau memang ternyata tidak ada keluarganya, nanti kita usulkan untuk bisa masuk ke panti sosial,” katanya.