Perbaiki Jalan Rusak, Bupati Wihaji Gelontorkan Anggaan Rp 81 Miliar

by
Bupati Wihaji didampingi Kabid Jalan dan Jembatan DPUPR mengecek jalan RE Martadinata dan Pattimura yang telah selesai diperbaiki.

BATANG – Untuk memperbaiki sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan, Pemkab Batang tahun ini telah menyiapkan anggaran sebesar Rp81 miliar. Jumlah tersebut menjadi yang paling besar dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

“Seperti pernah saya janjikan, tahun ini kita akan fokus untuk memperbaiki jalan yang memang menjadi prioritas, karena itulah anggaran Rp81 miliar sudah kita persiapkan untuk penanganan 62 titik,” Bupati Batang Wihaji saat meninjau hasil perbaikan jalan Pattimura, kemarin.

Bupati Wihaji berharap anggaan yang telah dipersiapkan tersebut bisa menyentuh perbaikan di semua sudut jalan di Kabupaten Batang. Sebab, perbaikan maupun peningkatan jalan merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Batang.

“Selain sebagai kewajiban di akhir periode ini, masyarakat juga sangat membutuhkan jalan yang layak. Sebab, jalan sangat vital untuk akses ekonomi masyarakat. Insyaallah selesai semua untuk jalan batang, minimal sing paling elek ditembel. Tapi ada beberapa pekerjaan yang dirigid dan dihotmix,” jelas Bupati Wihaji.

Wihaji menyebut sejumlah jalan yang jadi prioritas perbaikan antara lain Jl Patimura, Jl RE Martadinata, Subah-Selokarto, Timbang-Tersono, Bawang-Tersono, Plelen-Kedawung. Kemudian Surodadi-Pujut, warung asem, dan sebagian jembatan. Sebagian jalan hanya ditambal, contohnya Bandar-Gerlang.

“Saat ini untuk ruas jalan RE Martadinata dan Pattimura sudah selesai pengerjaanya. Sedangkan ruas lainnya sudah ada yang dikerjakan, yang penting sebelum lebaran PUPR sudah memulai semua pekerjaandengan baik,” lanjut Wihaji.

Didampingi Kabid Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Batang, Endro Suryono, perbaikan jalan Patimur bukan karena viral. Sudah ada rencana perbaikan, tapi di tengah rencana malah viral. Sedangkan untuk jalan Patimur dan Jl RE Martadinata memang prioritas. Sebab, kedua jalan itu merupak akses ekonomi yang padat.

“Jalan Pattimura ini menjadi akses ekonominya luar biasa karena menuju pasar, tapi jalannya rusak parah. Sampai pada waktu itu banyak air banyak lubang, hingga akhirnya kita perintahkan PUPR Pak Nursito dan beliau kabidnya, tolong itu diperbaiki. Dan dari 350 meter Jl Patimura kini sudah dirigit, termasuk 400 meter jalan RE Martadinata sudah selesai di hotmix,” tandas Wihaji. (don)