Suami Sendiri Tak Mau Vaksin

oleh -
KELUH KESAH - Para relawan edukasi Covid-19 di Kabupaten Pekalongan sampaikan keluh kesahnya saat mengedukasi warga yang kian kendor.

**Cerita Emak-emak Relawan Edukasi Covid-19

KAJEN – Tak mudah jadi relawan edukasi Covid-19. Utamanya dalam menyadarkan masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan dan vaksinasi yang saat ini kian kendor. Bahkan penolakan pun bisa datang dari anggota keluarga sendiri.

Salah satu relawan, Isroatun, dari Desa Tanjungkulon, Kecamatan Kajen. Ia menceritakan sulitnya mengedukasi masyarakat untuk mengikuti vaksinasi justru dari suaminya sendiri.

Isroatun merupakan relawan, sehingga dirinya meminta suaminya agar ikut memberi contoh. “Masak istrinya relawan tapi suaminya yang paling bandel tidak mau vaksin, kan lucu,” tutur Isroatun.

Isroatun menyampaikan, suaminya sering mendengar informasi yang tidak benar tentang vaksin. Seperti kalau tidak vaksin itu tidak apa-apa. Vaksin itu hanya akal-akalan saja. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Isroatun untuk melakukan edukasi kepada suaminya sendiri hingga sering bertengkar karena perbedaan argumen tersebut.

“Sing jenenge vaksin kuwi (yang namanya vaksin itu) kan usaha kita sebagai manusia ben ojo loro (biar tidak sakit), karena itu kan anjuran dari pemerintah,” tutur Bu Isroatun menceritakan bujukannya kepada suaminya.

Isroatun menceritakan akhirnya suaminya mau melakukan vaksinasi saat anak mereka mau menikah agar bisa menjadi wali nikahnya. Namun karena masih takut dan panik, saat akan vaksin tensi suaminya mencapai 220, sehingga pihak RSUD tidak berani melakukan vaksinasi dan meminta suaminya untuk minum air putih dan istirahat, tetapi tensinya hanya turun menjadi 210, lalu 200. Kini suaminya sudah vaksin, tensinya sudah normal, mungkin sebelumnya sang suami panik karena termakan informasi-informasi hoaks.

Di masa masyarakat kian lengah terhadap protokol kesehatan dan menurunnya kegiatan vaksinasi, para relawan edukasi Covid-19 di Kabupaten Pekalongan yang tergabung dalam relawan daerah Risk Communication and Community Engagement (RCCE) Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Kabupaten Pekalongan, menyampaikan keluh kesahnya kepada Koordinator Nasional RCCE MPKU PP Muhammadiyah, saat melakukan kunjungan monitoring dan evaluasi relawan RCCE, Selasa (15/3/2022), di Taman Edukasi Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah Kajen, di Dukuh Tanjung Anom, Desa Tanjung Kulon, Kajen, Kabupaten Pekalongan.