Wilayah Kota Santri Atas Bawah Rawan Bencana

oleh -
BERI SAMBUTAN - Sekda M Yulian Akbar beri sambutan pada Pembukaan Workshop Monitoring Evaluasi (Monev) Program Kerja Sama Kemendagri dan Ormas Asing ASB Indonesia and The Philiphines, di Hotel Santika, Kota Pekalongan, Selasa (15/3/2022).

KAJEN – Persoalan bencana di Kabupaten Pekalongan kompleks. Wilayah atas rawan bencana longsor. Wilayah bawah hingga pesisir rawan bencana banjir dan rob.

“Tahun 2022, indeks kerawanan bencana di Kabupaten Pekalongan, bulan Januari – Februari, di daerah atas banyak terjadi longsor, hingga Petungkriyono dan Lebakbarang terputus aksesnya selama beberapa hari dan listrik PLN padam,” ujar Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar, saat memberikan sambutan pada Pembukaan Workshop Monitoring Evaluasi (Monev) Program Kerja Sama Kemendagri dan Ormas Asing ASB Indonesia and The Philiphines, di Hotel Santika, Kota Pekalongan, Selasa (15/3/2022).

Daerah rawan longsor tersebut yaitu wilayah Kecamatan Petungkriyono, Lebakbarang, Kandangserang dan Paninggaran. “Alhamdulillah kita sudah antisipasi hal-hal tersebut dengan kesiapsiagaan bencana, kerja sama dengan Forkopimda, PLN dan pihak-pihak lainnya,” tandasnya.

Selain itu, dataran rendah di Kabupaten Pekalongan juga sering mengalami bencana rob, seperti di wilayah Kecamatan Tirto, Wonokerto, dan Siwalan. Bahkan, di Dusun Simonet, Kecamatan Wonokerto, ada sekitar 65 KK yang terpaksa direlokasi ke tempat yang lebih aman, karena rumah mereka terancam tenggelam akibat rob.

Sekda sendiri mengharapkan proyek kolaborasi dengan ormas asing Arbeiter Samariter Bund (ASB) terkait pengelolaan risiko bencana dan adaptasi perubahan iklim secara inklusif di Kabupaten Pekalongan berlanjut.
Monev dilaksanakan dalam rangka perpanjangan Memorandum Saling Pengertian (MSP) Kerja sama Kementrian Dalam Negeri dengan ASB yang akan berakhir pada Desember 2022.