Ratusan Ribu Pekerja Belum Terlindungi Jaminan Sosial

by
BERI KETERANGAN - Baru menjabat, Kepala Cabang BP Jamsostek Semarang Pemuda, Multanti saat melakukan amah tamah dengan wartawan di kabupaten Kendal.

KENDAL – Di awal tahun 2022, sebanyak 220.826 penduduk bekerja di Kabupaten Kendal belum terlindungi jaminan sosialnya. Sedangkan data terakhir hingga tahun 2021, baru 138.625 orang atau 38,57 persen yang sudah mejadi pesesrta BP Jamsostek, dari jumlah potensi pekerja yang bisa mendapatkan jaminan sosial sebanyak 359.451 orang.

Kepala BP Jamsostek Kendal, Suriyadi mengatakan, capaian ini menjadi perhatian khusus BP Jamsostek agar ke depan bisa lebih banyak lagi pekerja yang terlindungi jaminan sosialnya. Saat ini sudah banyak warga Kendal yang menerima manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan. Seperti manfaat beasiswa yang diterima 176 pelajar dengan total manfaat Rp 495,4 juta selama 2021. Terdiri dari jenjang pendidikan TK 7 anak, SD 69 anak, SMP 44 anak, SMA 42 anak, dan perguruan tinggi 14 anak.

“Masing-masing mendapatkan beasiswa yang diberikan setiap tahun sesuai jenjang pendidikan masing-masing. Manfaat lainya diterima 289 orang mendapatkan jaminan pensiun berkala pada 2021. Nominal rata-rata yang diterima Rp 350.700 – Rp 611.770 tiap bulan per orang,” katanya, Minggu (13/3/2022).

Suriyadi mengungkapkan, total penerimaan iuran sepanjang 2021 sebesar Rp 93,191 miliar, terbayarkan Rp 76,610 miliar. Rinciannya, iuran jaminan kecelakaan kerja yang masuk Rp 7,2 miliar, terbayarkan untuk penerima manfaat Rp 1,3 miliar. Iuran jaminan kematian Rp 3,69 miliar, terbayarkan Rp 9,37 miliar. Iuran jaminan hari tua Rp 57,36 miliar, terbayarkan Rp 63,8 miliar. Dan iuran jaminan pensiun Rp 24,89 miliar, terbayarkan Rp 1,16 miliar.
“Agar semakin banyak penduduk di Kendal terlindungi jaminan sosial, kami akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Cabang BP Jamsostek Semarang Pemuda, Multanti menjelaskan, pihaknya bakal menggencarkan luasan target masyarakat yang harus terlindungi jaminan sosialnya. Utamanya bagi pekerja rentan, seperti tukang becak, pemulung, dan beberapa jenis pekerjaan lainnya. pihaknya akan menggandeng pemerintah daerah dan perusahaan-perusahaan agar menyalurkan beberapa dana CSR-nya untuk membantu masyarakat.

“Khususnya untuk membantu pembiayaan BP Jamsostek bagi pekerja rentan kurang mampu. Mulai dari pemulung, tukang becak, nelayan, petani, dan beberapa jenis pekerjaan lainnya,” jelasnya.

Multanti berharap ke depan bisa lebih banyak lagi pekerja Kendal yang terlindungi guna menyukseskan program pemerintah untuk melindungi jaminan sosial setiap pekerja Indonesia. Karena itu perlu ada kolaborasi dengan pemerintah daerah. (lid)