Kades Diminta Ubah Mindset Penguasa Dana Desa

by
SOSIALISASI - Pemkab Pekalongan menggelar sosialisasi penyaluran Dana Desa di Aula Setda dengan menghadirkan narasumber dari Kejaksaan.

Sementar itu, Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq menyampaikan bahwa Dana Desa wajib dianggarkan dan dilaksanakan untuk Program Perlindungan Sosial berupa BLT Desa paling sedikit 40 persen, Program Ketahanan Pangan dan Hewani paling sedikit 20 persen dukungan pendanaan penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) paling sedikit 8 persen dari pagu Dana Desa setiap Desa. Bupati berpesan agar kepala desa bisa menjaga nama baik.

“Kita adalah orang tua, kita adalah tokoh panutan. Lambang yang kita pakai, meraihnya berdarah-darah, perjuangannya luar biasa. Oleh karena itu, jangan ketika kita sudah pakai lambang, kita sudah menang, kita sudah dikasih amanah sama Allah, kita rusak sendiri,” tutur bupati.

Bupati juga berharap para Kades dapat menjadi contoh yang baik bagi masyarakat. Menjadi teladan di tengah temgah masyarakat .

“Kita adalah tokoh, kita adalah panutan. Oleh karena itu, jaga tingkah laku dan nama baik di desa nya masing-masing,”ucap Fadia.

Bupati meminta kepala desa agar bisa benar-benar belajar dan jangan sampai menyalahi aturan. Bisa membedakan mana yang bisa dilakukan, mana yang boleh.

“Ada dinas yang bisa membantu supaya desa bisa melaksanakan kegiatan sesuai aturan. Tangan kita terbuka lebar untuk membantu desa agar pembangunannya berjalan dengan baik,” tutur Bupati.

Senada diungkapkan Plt Kepala PMD Kabupaten Pekalongan, Toharno. Ia melaporkan Dana Desa di Kabupaten Pekalongan meningkat dari Rp. 263.397.106.000 tahun 2021 meningkat menjadi Rp. 263.868.873.000.

Kegiatan sosialisasi diikuti oleh 150 orang yang terdiri dari camat, tenaga ahli, perwakilan kades se-Kabupaten Pekalongan, dan pendamping desa.(yon)