Kades Diminta Ubah Mindset Penguasa Dana Desa

by
SOSIALISASI - Pemkab Pekalongan menggelar sosialisasi penyaluran Dana Desa di Aula Setda dengan menghadirkan narasumber dari Kejaksaan.

KAJEN – Di lapangan masih banyak Kepala Desa menganggap bahwa Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (ADD) kekuasaan Kepala Desa. Demikian disampaikan Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pekalongan, Adhi Candra saat memberikan materi Sosialisasi Penyaluran Dana Desa di Aula Lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, Rabu (09/03/2022).

Menurutnya, Dana Desa bukan kekuasaan kepala desa, meskipun memang dikelola oleh kepala desa dan BPD melalui musyawarah desa atau musyawarah kecamatan.

“Tolong diubah mindset tersebut ya Bapak Ibu,” terang Kasi Intel Kejaksaan Kabupaten Pekalongan Adhi Candra.

Kasi Intel menyampaikan bahwa memang kepala desa adalah pengguna anggaran dalam pengelolaan dana desa, namun harus digunakan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Dalam kesempatan tersebut, Adhi juga mengingatkan juga agar kades tidak memegang uang.

“Serahkan saja kepada bendahara bersama PPK (Pejabat Pembuat Komitmen). Biar saja di rekening itu, kalau ada kegiatan, cairkan, langsung buat SPJ. Karena kalau bapak/ibu bikin kegiatan, SPJ nya lama, kami bisa masuk, LSM bisa masuk,”ujarnya.

Ia juga meminta agar Kades dalam setiap mengelola dana desa, mengundang BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama untuk musyawarah. Kemudian jika sudah sepakat, minta petunjuk dari kecamatan.

Adhi juga berpesan agar pencairan dana desa melalui mekanisme yang sesuai dengan peraturan yang berlaku. Namun yang terpenting, kegiatan sesuai prioritas.