Siswa Jenuh Belajar Daring

oleh -
TERBATAS - Pelaksanaan PTM terbatas di SMPN 1 Batang.

*PTM Terbatas Berimbas ke Mental Anak

BATANG – Meningkatnya kasus Covid-19 turut berdampak pada kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. Pemkab Batang pun diharuskan kembali menerapkan PTM Terbatas untuk menghindari penyebaran Covid-19. Padahal sebelumnya Kabupaten Batang telah menerapkan PTM 100 persen.

Pergantian kebijakan ini tentunya berimbas pada mental anak. Hal ini seperti dikatakan
Wakil Kepala SMPN 1 Batang, Dinok Sudiami. Sebagian dari mereka justru kembali tidak mengikuti pembelajaran daring sebagaimana mestinya, dengan tidak mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru.

“Di pertemuan berikutnya, ketika masuk ke kelas, saya tanya tugasnya, ternyata anak tidak mengerjakan. Dan setelah dicek hanya beberapa anak yang mengerjakan,” katanya, saat ditemui di ruang kelas, SMPN 1 Batang, Senin (7/3/2022).

Ia memastikan, anak didik sudah sangat jenuh dengan pola pembelajaran daring. “Ketika ditanya, jawaban mereka mayoritas menginginkan PTM 100 persen, karena bisa bertemu langsung dengan gurunya, lebih variatif dan maksimal dalam pembelajaran, dibandingkan belajar sendiri di rumah,” jelasnya.

Jika sebelumnya dalam pembelajaran daring di awal masa pandemi, sudah memanfaatkan aplikasi ID dari Kemendikbud Ristek. Namun waktunya sangat terbatas, sementara menggunakan WhatsApp untuk pengiriman tugas-tugas.