DPRD Kabupaten Pekalongan Minta Pembangunan Jalan dan Jembatan Dipercepat

oleh -
TINJAU - Komisi III DPRD bersama Wakil Bupati Pekalongan meninjau lokasi jembatan putus di Desa Kajongan Kecamatan Kajen, Jumat (04) 03/2022).

Melakukan Peninjauan Jembatan Putus Desa Kajongan, Kajen

DPRD Kabupaten Pekalongan melalui Komisi III mendesak percepatan perbaikan jalan dan jembatan. Hal itu terungkap saat Komisi III DPRD Kabupaten Pekalongan meninjau jembatan yang putus di Desa Kajongan Kecamatan Kajen, Jumat (04/03/2022) .

Sekadar untuk diketahui, jembatan dengan lebar 4 meter dan panjang 6 meter terletak di di Desa Kajongan Kecamatan Kajen. Jembatan tersebut merupakan penghubung Desa Sinangohprendeng ke Desa Pekiringan Ageng, Desa Kajongan dan Desa Brengkolang, Kecamatan Kajen. Beberapa bulan lalu jembatan tersebut amblas karena tergerus hujan deras. Akibat amblasnya jembatan itu, warga yang mengendarai kendaraan roda empat tidak bisa melintasi jembatan dan harus berputar melalui jalan Desa Gandarum.

Atas kondisi itu, DPRD melalui Komisi III yang membidangi infrastruktur langsung melakukan pengecekan. Hal itu agar sebelum lebaran bisa kembali dilalui oleh kendaraan roda empat.
Dalam kunjungan, Komisi III DPRD Kabupaten Pekalongan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi, H Abdul Munir (Fraksi PKB), bersama anggota lainnya Muzaki (FPAN), dan Sarjono (FPDIP). Hadir dalam kunjungan Wakil Bupati H. Riswadi didampingi Plt Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Ali Riza, Kepala Pelaksana BPBD Budi Raharjo, perwakilan DPU Taru, Camat dan Forkopimcam Kajen.

Pada kesempatan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pekalongan H. Abdul Munir mengatakan bahwa dari hasil pengecekan jembatan putus terletak di Desa Kajongan Kecamatan Kajen, warga meminta agar secepatnya dilakukan perbaikan. Dengan begitu masyarakat di empat desa tidak harus memutar.

“Dari kami DPRD meminta supaya segera dilakukan perbaikan jembatan untuk memperlancar jalur Kajen dengan Desa Kajongan, Desa Pekiringan Ageng dan Brengkolang dan lainya, ” katanya.

Untuk itu Komisi III DPRD Kabupaten Pekalongan langsung mengkoordinasikan bersama Pemda yang kebetulan hadir Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi perwakilan DPU, BPBD agar segera bertindak. Selain jembatan tersebut pihaknya meminta agar semua jalan di Kabupaten Pekalongan yang rusak segera dilakukan penambalan, sehingga masyarakat tidak dirugikan adanya jalan berlubang yang bisa mengakibatkan kecelakaan.

“Jadi kami juga meminta semua jalan yang berlubang di Kabupaten Pekalongan mulai diperbaiki. Dan hari ini Minggu sudah mulai diperbaikia dengan ditambal seperti di wilayah Kecamatan Bojong, dan secara berkelanjutan ke jalur lain, “terangnya.

Lebih-lebih, lanjut Munir, tak lama lagi Ramadan dan Lebaran, Pemerintah harus melakukan usaha pengecekan semua jembatan, sehingga tidak terjadi jembatan putus.

“Kami minta jembatan jembatan dicek, diperbaiki kemudian jalan jalan berlubang yang rusak sebelum dilakukan peningkatan status jalan, maka dengan menggunakan dana pemeliharaan jalan terlebih dahulu diperbaiki,” imbuhnya.

Senada diungkapkan Wakil Bupati Pekalongan H Riswadi. Ia menyampaikan saat ini jembatan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat atau lebih. Untuk itu ia berjanji akan memperbaiki jembatan dengan tanggap darurat, agar segera dapat dilalui kendaraan roda empat atau lebih.

“Jika menunggu Perubahan Anggaran untuk pembangunan jembatan permanen, terlalu lama, karena minimal Oktober bahkan November. Maka ini percepatan, supaya arus lalu lintas, terutama roda empat, untuk distribusi barang dan jasa, supaya bisa kembali lancar,” tuturnya.

Ia berharap perbaikan jembatan dengan pembangunan jembatan darurat bisa segera dilaksanakan dan akhir Maret bisa dilalui kendaraan roda empat atau lebih.

Sementara Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU Taru) M. Farouq menambahkan pihaknya akan membangun jembatan darurat di samping jembatan di Desa Kajongan yang amblas dengan dana tak terduga.

“Kami akan bangun jembatan darurat sambil menunggu anggaran untuk pembangunan jembatan permanen,” imbuh dia.

Melalui pembangunan jembatan darurat, sementara waktu sebelum dibangun jembatan permanen, diharapkan aktivitas warga menjadi bisa kembali normal serta lalu lintas barang dan jasa ke desa-desa yang dihubungkan oleh jembatan tersebut bisa lancar kembali.(ADV/yon)