Anggaran Pemeliharaan Armada Sampah Minim

by -
TERPARKIR - Kondisi truk pengangkut sampah di TPA Randukuning yang sudah tidak bisa beroperasi

*DLH Terpaksa Berdayakan Armada Rusak

BATANG – Guna memaksimalkan kinerja, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terpaksa memberdayakan sejumlah armada yang kurang layak. Padahal kondisi armada pengangkut sampah milik Pemerintah Kabupaten Batang itu dalam kondisi memprihatinkan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang, A Handy Hakim menjelaskan, kondisi itu terjadi karena minimnya anggaran pemeliharaan. “Anggaran perbaikan untuk armada hanya Rp 100 juta. Jumlah armada kami ada 30. Terdiri atas truk sampah, Viar, armrol, elsapek. Sangat jauh dari cukup,” kata Handy.

Ia mencontohkan, harga satu ban truk antara Rp 1,6 juta hingga Rp 1,8 juta. Sementara armadanya saat ini banyak beroperasi dengan ban yang sudah tipis. Menurut Handy, kebutuhan armada tidak hanya ban saja, tapi juga servis hingga perbaikan mesin. Misalnya, tidak sedikit chasis truk yang rusak. Bahkan beberapa armada juga sudah tidak bisa beroperasi dan hanya terparkir di TPA Randukuning.

Tak hanya itu, pihaknya juga kekurangan armada alat berat untuk mengeruk sampah. Saat ini, dari dua alat berat, yang berfungsi hanya satu. “Yang satu rusak terbakar, dan biaya perbaikannya jelas besar. Untuk yang satunya juga sering rusak,” ucapnya.

Ia menjelaskan, alat beratnya sangat vital untuk mengatur sampah di TPA Randukuning yang overload. Alat berat harus beroperasi tiap hari dan jika berhenti maka akan terhambat. Handy mengatakan, anggaran perbaikan alat berat pun hanya Rp 80 juta per tahun. Anggaran itu digunakan untuk berulang kali menservis satu-satunya alat berat yang masih berfungsi.

Selain masalah pemeliharaan armada, dari sisi jumlah pun masih terbilang kurang. Idealnya dalam satu kecamatan besar, semisal Gringsing, butuh dua armada truk. Sementara ketersediaan truk saat ini hanya 17 unit, tersebar di seluruh kecamatan. “Untuk anggaran, kami hanya punya sekitar Rp 6 miliar, dari nominal itu Rp 5 miliar untuk honor tenaga. Sangat terbatas,” jelasnya. (nov)