Banjir dan Rob Jadi Hambatan Wujudkan Sekolah Adiwiyata

by
PENATAAN - Sejumlah sekolah tengah mempersiapkan diri untuk diajukan sebagai sekolah Adiwiyata tingkat provinsi.

Berdasarkan aturan baru yakni PermenLHK no P52 tahun 2019 dan P53 tahun 2019, diatur beberapa perubahan seperti penilaian yang sekarang meliputi tiga aspek (perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan/evaluasi). “Kami berharap dari enam ini paling tidak yang kita dorong untuk bisa mengikuti penilaian di provinsi,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMPN 17 Pekalongan, Endang Sunaryati mengaku sangat mendukung program sekolah adiwiyata yang dicanangkan Pemkot Pekalongan bersama DLH, Dinas Pendidikan dan Kemenag Kota Pekalongan. “Ada manfaat dari program ini, yaitu membudayakan seluruh warga sekolah dan masyarakat untuk senantiasa mencintai lingkungan. SMPN 17 Pekalongan menjadi salah satu sekolah terpilih untuk sekolah Adiwiyata semoga banyak manfaat ke depannya,” tutur Endang.

Dikatakan Endang, antusias warga sekolah sangat tinggi dalam membudayakan cinta lingkungan. Proses yang dilakukan kurang lebih sudah mencapai 70% berdasarkan kemampuan sekolah. “Kami bersinergi dengan beberapa dinas terkait dan sekolah yang sudah terlebih dahulu menjadi sekolah adiwiyata,” lanjut Endang

Endang berharap, melalui sekolah Adiwiyata dapat tercipta sekolah yang indah dan nyaman serta kondusif khususnya di SMPN 17 Pekalongan. “Karena budaya mereka yang senantiasa mencintai lingkungan. Tidak ada usaha yang sia-sia,” tandasnya.(nul)