Banjir dan Rob Jadi Hambatan Wujudkan Sekolah Adiwiyata

by
PENATAAN - Sejumlah sekolah tengah mempersiapkan diri untuk diajukan sebagai sekolah Adiwiyata tingkat provinsi.

KOTA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan terus mendorong agar sekolah-sekolah di Kota Pekalongan mampu menjadi sekolah Adiwiyata. Saat ini ada enam sekolah yang masih dalam tahap pembinaan oleh DLH untuk maju sebagai calon sekolah Adiwiyata di tingkat provinsi.

Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Penaatan Hukum Lingkungan pada DLH Kota Pekalongan, Sugiharto menjelaskan, tingkatan sekolah Adiwiyata dimulai dari tingkat Kota, provinsi, dan nasional. “Sebetulnya ada pula tingkat mandiri atau dilaksanakan di tataran sekolah. Kemudian untuk persiapan tingkat provinsi, kami sudah beberapa kali lakukan koordinasi,” terang Sugiharto.

Dia menyebutkan, saat ini DLH masih terus berkoordinasi dengan enam sekolah tersebut sebagai bagian dari persiapan untuk maju ke tingkat provinsi. “Sebagian memang siap, namun ada beberapa hambatan. Hambatannya karena adanya banjir dan rob, khususnya sekolah-sekolah yang dekat dengan pantai. Namun kami tetap dorong serta memotivasi pihak sekolah untuk melaksanakan. Karena hal itu menjadi tanggung jawab sekolah untuk ikut berpartisipasi meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Kota Pekalongan. Untuk tingkat provinsi ini kami masih memfasilitasi pembinaan,” kata Sugiharto.

Dia menyatakan, DLH akan menentukan sekolah yang bisa dijadikan percontohan sekolah adiwiyata yang memenuhi kriteria. “Nanti kita tentukan usai sekolah-sekolah mengirimkan dokumen persyaratan pelaksanaan penindakan adiwiyata,” jelasnya.