Cakades Jangan ‘Umpak-umpakan’ Duit

by -
PEMBINAAN CAKADES - Bupati Fadia dan Wabup Riswadi beserta Forkompinda beri pembinaan ke calon kades di Aula Lantai 1 Setda, kemarin.

*Harus Siap Menang dan Kalah

KAJEN – Para calon kepala desa (cakades) agar tidak ‘umpak-umpakan’ atau jor-joran ‘andum’ uang untuk meraih dukungan masyarakatnya. Cakades harus mampu mengukur kemampuan dirinya sendiri. Sehingga kelak tidak menyesal karena utang bertumpuk untuk nyalon kades.

“Jangan ‘umpak-umpakan’ duit. Jenengan banyak utang ndak bisa bekerja. Ditagih utang, ndak bisa turu panjenengan. Aturan money politik, memang masih sulit ditegakkan. Rakyat butuh ganti uang libur sehari. Cari pemimpin yang gratis butuh proses. Meski demikian jangan jor-joran,” pesan Wakil Bupati Pekalongan, Riswadi, dalam pembinaan cakades di Aula Lantai 1 Setda, kemarin.

Riswadi, menyatakan, sudah disepakati bersama bahwa demokrasi di Indonesia adalah pilihan. Jika ada pilihan, maka akan ada perbedaan. “Perbedaan ini bukan mencari musuh tapi kompetisi visi misi dan gagasan yang terbaik,” ujar Wabup.

Ia meyakini tidak semua cakades akan jadi pemenang. Cakades pun tidak akan menjadi orang yang kalah semua. “Tetapi ini lah yang harus kita sepakati. Harus dipilih. Bahkan di UU Desa, Pilkades tidak bisa lawan tong. Kalau Pilkada boleh. Pilkades harus ada lawan. Tidak sedikit yang saya lihat maju bersama suaminya, istrinya, bahkan saudaranya,” kata Riswadi.

Riswadi menyampaikan, jika pada tahun kemarin ada empat desa yang gagal karena skoring. Karena ia menilai skoring itu adalah pembunuhan demokrasi. Di Pilkades 2022 ini di 33 desa yang melaksanakan Pilkades, bisa melaksanakan semua. Hanya ada satu desa, yakni Desa Pucung, Kecamatan Tirto, gagal karena tidak ada calonnya.