23 Kasus DB, 1 Orang Meninggal

by
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit pada Dinkes Kendal, Muntoha.

*Sejak Awal Tahun

KENDAL – Kasus deman berdarah (DB) di Kabupaten Kendal di tahun 2022 tercatat sebanyak 23 kasus dengan 1 orang meninggal dunia. Jumlah tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan tahun lalu di awal bulan yang sama.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit pada Dinkes Kendal, Muntoha mengatakan, peningkatan kasus DB di awal bulan ini cukup tajam. Yakni sebanyak 23 kasus yang menyebabkan satu orang anak usia 6 tahun meninggal dunia. “Tahun lalu hanya ada 9 kasus dan tidak ada angka kematian. Tahun ini Januari hingga Februari, rincianya 21 kasus terjadi di Januari, dan 2 kasus di Februari” katanya, Minggu (20/2/2022)

Kasus terbanyak terjadi di wilayah Puskesmas Boja 1 dengan jumlah lima kasus dan Puskesmas Sukorejo 1 sebanyak 3 kasus. Untuk kasus kematian terjadi di wilayah Puskesmas Boja 1 pada Januari lalu. Yaitu seorang anak usia 6 tahun meninggal setelah dirawat intensif di Rumah Sakit Tugu, Kota Semarang.

“Pencegahanya agar masyarakat meningkatkan PHBS. Waspada itu penting dengan selalu melaksanakan 3M, menguras, menutup, dan mengubur,” pesannya.

Muntoha menyatakan, pada 2021 lalu angka kasus demam berdarah di Kabupaten Kendal mencapai 84 kasus. Terbanyak terjadi di penghujung tahun (Desember) dengan jumlah 13 kasus. Angka kematian yang disebabkan oleh DB hanya ada satu kasus di Kecamatan Kaliwungu pada September 2021. “Masyarakat agar bisa lebih berhati-hati dalam menjaga lingkungan setiap hari,” pintanya.

Dia juga meminta kepada tenaga kesehatan puskesmas, bidan desa, hingga anggota PKK desa/kelurahan agar lebih aktif melakukan sidak jentik-jentik di setiap rumah. Langkah ini dinilai lebih efektif dibandingkan dengan melakukan foging. “Foging tidak menyelesaikan masalah. Karena hanya membunuh nyamuk dewasa. Tiap desa ada tim jumantik dan aktif untuk antisipasi lebih dini terjadinya kasus demam berdarah,” harapnya.(lid)