Radar Pendidikan

SMK Negeri 1 Sragi Wajibkan Ikuti Ujian Sertifikasi LSP Eksternal

SMK Negeri 1 Sragi

BELAJAR – Suasana belajar SMK Negeri 1 Sragi, Selasa (06/02).
EKA ISDITYA / RADAR PEKALONGAN

SRAGI – SMK Negeri 1 Sragi mewajibkan seluruh siswa kelas XII untuk mengikuti ujian sertifikasi profesi, yang diselenggarakan Tempat Uji Kompetensi (TUK) SMK Negeri 1 Sragi bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) 3 atau eksternal. LSP eksternal yang menghadirkan para penguji atau asesor dari luar sekolah dianggap lebih objektif sehingga hasil penilaian dapat dipertanggungjawabkan.

Selama dua hari, Senin (05/02) dan Selasa (06/02) pihaknya menyelenggarakan ujian sertifikasi untuk jurusan akuntansi. Selain diikuti seluruh siswa SMK Negeri 1 Sragi, ujian juga diikuti para siswa dari SMK Negeri 1 Batang, SMK 1 Gondang, hingga para guru dari SMK Nusa Mandiri, SMK Islam Nusantara Comal, SMK Negeri 1 Lebakbarang, serta SMK Muhammadiyah Bligo.

Hal itu sejalan dengan program pemerintah yang mewajibkan seluruh siswa lulusan sekolah vokasi agar mampu memiliki kompetensi keahlian di bidang masing-masing. “Sebelum kami mewajibkan para siswa untuk sertifikasi, alhamdulillah seluruh guru praktik sudah tersertifikasi juga. Jadi ketika mengajarkan ke siswa mereka sudah paham betul karena pernah merasakan,” ujar Ketua Penjaminan Mutu SMK Negeri 1 Sragi yang sekaligus merupakan asesor pada Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Teknisi Akuntansi, Dewi Hasanah SPd MPd, kepada Radar Pekalongan, Selasa (06/02).

Selain berguna sebagai pendamping ijazah, sertifikat profesi tersebut juga telah banyak diakui oleh sebagian besar perusahaan sehingga keahlian para lulusan sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia industri.

“Alhamdulillah kami persiapkan dengan betul sebelum ujian. Dimulai dari para guru yang alhamdulillah sudah mengikuti ujian sertifikasi juga sehingga ketika mengajarkan ke anak-anak akan lebih muda, ” tutur Bu Dewi, sapaan akrabnya. Dijelaskan pula dalam pencapaian pelaksanaan ujian sertifikasi profesi, tingkat kelulusan siswanya mencapai 90%. Hal tersebut cukup membanggakan mengingat tidak semua sekolah kejuruan mewajibkan siswanya untuk mengikuti Ujian Sertifikasi LSP eksternal. (mg5)

Penulis: Eka Isditya | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments