Tidak Kapok, Anak Durhaka Ini Kembali Jual Perabotan Orangtuanya Demi Pacar

oleh -
Anak durhaka di Bantul, Yogyakarta, Dwi Rahayu Saputra menjual perabot orangtua sampai daun pintu dan genting rumah orangtuanya demi menyenangkan pacar yang baru dikenal sebulan. Foto: Radar Yogyakarta

Tidak kapok, ternyata Dwi Rahayu Saputro, anak durhaka di Bantul, yang pernah viral lantaran menjual habis perabot sampai genting rumah orangtuanya demi pacar ini kembali bikin ulah.

Saat itu, Dwi dilaporkan Paliyem, orangtuanya sendiri, ke polisi. Tapi kasus itu berakhir damai setelah ibunya mencabut laporan.

Ternyata, Dwi tidak kapok. Ia kembali menjual perabot orangtuanya.

Kali ini yang dijual adalah lemari tiga pintu dengan alasan untuk mengobati ibunya yang sakit.

Kejadian ini bermula saat Dwi meminta Arinto mengangkut lemari dari rumahnya dengan ongkos Rp150 ribu, untuk dibawa dari Pundong ke Ganjuran, Bambanglipuro, Bantul.

Bahkan disepakati mengajak dua orang lain sebagai tenaga tambahan dengan ongkos Rp100 ribu.

Namun, Arinto merasa janggal lantaran kamar tempat lemari dimaksud ternyata terkunci.

Untuk membuka kamar itu, Dwi malah meminjam tangga untuk memanjat tembok agar kamar bisa dibuka dari dalam.

Lemari ukuran besar itu lantas diangkut ke atas mobil bak terbuka bersama dua kursi panjang.

“Pas siap mau berangkat, datang Pak RT dan warga sekitar. Itu mulai ribut,” paparnya.

Bukannya membayar Arinto dan dua rekannya, Dwi malah kabur setelah ketahuan tetangganya yang menduga perabot itu akan dijual.

Terpaksa, Arinto pun mengembalikan lemari dan dua kursi panjang yang sudah berada di atas mobil bak terbuka.

“Saya rugi. Ongkosan nggak ada, yang saya dapat cuma capek,” ketusnya.

Sementara, Ketua RT 06 Paten, Afis mengaku dilapori tetangga Dwi yang kembali menjual perabot orangtuanya.

Sempat berdebat, Dwi menyatakan lemari dan kursi itu dijual untuk biaya berobat ibunya yang sakit.

Tapi ia tahu itu cuma alasan Dwi karena ia kerap berkomunikasi dengan Paliyem.

“Ibunya sehat-sehat saja. Tapi Dwi tetap ngeyel mau dijual,” bebernya.

Ternyata bukan hanya lemari dan kursi saja yan dijual, kompor milik ibunya yang merupaka pemberian Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, juga ikut dijual.

Alasannya, lagi-lagi demi membahagiakan pacarnya yang warga Jawa Timur. Sama seperti pada November 2021 lalu.

Dwi Rahayu Saputro pun sudah dilaporkan lagi ke polisi oleh orangtuanya sendiri.

Tak butuh lama, polisi akhirnya berhasil menangkap anak durhaka itu saat perjalanan kembali dari Jawa Timur, usai menemui pacarnya.

Berdasarkan pengakuan kepada polisi, uang penjualan perabot orangtuanya itu digunakan Dwi untuk menemui pacarnya.

Selain itu, uang penjualan juga digunakan untuk membahagiakan pacarnya.

“Iya, sama (buat pacar). Kemarin pacarnya sempat kita amankan juga, sempat kita lakukan pemeriksaan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Archye Nevadha.

Akan tetapi, pihaknya tak menemukan adanya keterlibatan pacar Dwi dalam kasus ini.

Pihaknya pun sudah menetapkan Dwi sebagai tersangka dan sudah ditahan di Polres Bantul.(radarjogja/pojoksatu)