Tanggul Laut Ancam Pesisir Batang

by -
DAMPAK ABRASI - Kondisi salah satu pantai di Kabupaten Batang yang terkena abrasi. Dampaknya, kondisi daratan terus tergerus dan mundur ke selatan.

*DLH Upayakan Percepatan Konservasi Pantai

BATANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus mewaspadai potensi dampak pembangunan tanggul laut di pesisir Kabupaten/Kota Pekalongan terhadap kondisi pantai di Kabupaten Batang. Pasalnya, tanggul raksasa yang membentang sepanjang 7,2 kilometer itu dipastikan akan mengganggu keseimbangan pantai, sehingga dampaknya bisa mengancam pesisir Batang yang bisa menerima risiko abrasi lebih parah dari sebelumnya.

Hal itu juga disampaikan Kepala DLH Kabupaten Batang, A Handy Hakim, saat dimintai tanggapan soal kondisi abrasi di pesisir Batang. Seperti halnya reklamasi dan break water, yang dampaknya bisa menyasar pantai di kanan dan kiri berupa terjangan ombak yang lebih ganas. “Dampak pembangunan tanggul itu dimungkinkan bisa meningkatkan permukaan laut di Batang. Hingga memperparah abrasi di pesisir Kota Batang,” ujar Handy Hakim, Kamis (10/2/2022).

Karena itu, sebagai antisipasi memburuknya abrasi, jelas Handy, DLH bersama stakeholder lainnya akan mempercepat upaya konservasi pesisir pantai di Kabupaten Batang, termasuk melalui penanaman mangrove secara masif.

Ia mengatakan, pihaknya secara bertahap mempercepat penanaman mangrove sebagai upaya meminimalisir terjadinya bencana abrasi di sepajang pesisir pantai Batang. Hal itu juga sesuai petunjuk dari Dinas Keluatan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Tengah.

“Kenapa kita lakukan percepatan ini, karena Pemkot Pekalongan di tahun ini mulai melakukan pembangunan bendung laut. Jadi kita bukan mengkhawatirkannya, Tetapi lebih sebagai antisipasi saja, supaya nanti tidak ada limpahan air ke Batang. Kalau kita tidak ada persiapan maka bisa jadi abrasi di Batang tidak terkontrol,” tegasnya.