Belum Ada Klaster Sekolah

by -
BAGIKAN MASKER: Tim relawan membagikan masker kepada pengungsi banjir untuk antisipasi penyebaran virus corona.

*Total 86 Kasus, Semuanya Klaster Rumah Tangga

KAJEN – Kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Pekalongan terus bertambah. Hingga kemarin, ada 86 kasus aktif. Meski ada belasan pelajar yang positif Covid-19, namun tidak masuk klaster sekolah. Semua kasus adalah klaster rumah tangga.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwiantoro, kemarin sore, mengatakan, Dinas Kesehatan terus lakukan tracking atas temuan kasus Covid-19. Pelacakan terus dilakukan dengan harapan penyebaran lebih luas bisa dicegah.

“Dari yang positif di sekolah, kita tracking ke rumah tangga. Untuk anak sekolah klasternya masuk klaster rumah tangga. Karena penyebarannya tidak di sekolah tapi di keluarganya. Jadi masih aman kita kategorinya (untuk tingkat sekolah),” ungkap dia.

Disebutkan, jumlah kasus yang ditracking sebanyak 1.072. Dari jumlah itu, 86 orang positif. Hampir di seluruh kecamatan ada. Hingga kemarin, hanya ada empat kecamatan yang belum ada kasus, yakni Kecamatan Kandangserang, Paninggaran, Lebakbarang, dan Siwalan.

“Pelacakan akan terus kita lakukan. Karena dengan demikian kita tahu kewaspadaan kita. Dengan upaya ini harapannya adalah bisa kita cegah penyebaran kasusnya.

Seperti yang kemarin kita lakukan di sekolah akhirnya bisa kita deteksi klasternya adalah rumah tangga. Klaster sekolah kita belum ada. Satu yang positif kita kejar ternyata di rumah ada tiga yang positif keluarganya. Nah itu kan kita tidak tahu. Makanya ini kita kejar terus,” jelasnya.

Dalam satu keluarga, kata dia, rata-rata ada tiga orang yang positif. Usianya pun beragam. Dari umur 13 tahun hingga 67 tahun. “Ini kan harus kita waspadai,” tandasnya.