Bangun Jembatan Jangkar Butuh Rp1,150M

oleh -
JEMBATAN PUTUS - Kondisi Jembatan Jangkar yang putus saat dihajar longsor. Jalur Karanganyar - Lebakbarang saat ini sudah bisa dilalui kendaraan setelah pemkab buat jembatan darurat.

*Jembatan Sibendo Butuh Rp 200 Juta
*Jembatan Glotak 1 Pekan Akan Ditangani Darurat

LEBAKBARANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU dan Taru) Kabupaten Pekalongan berencana membangun kembali Jembatan Jangkar (Jembatan Mirah 1) di jalur Karanganyar – Lebakbarang yang putus dihajar longsor. DPU mengusulkan anggaran pembangunan jembatan itu sebesar Rp 1,150 Miliar.

Kepala DPU dan Taru Kabupaten Pekalongan Bambang Irianto, kemarin, menerangkan, pihaknya akan berusaha secepatnya membangun kembali Jembatan Mirah 1 di Desa Mendolo, Kecamatan Lebakbarang, yang putus diterjang longsor. Pasalnya, jembatan itu akses utama masyarakat Kecamatan Lebakbarang melalui jalur Karanganyar – Lebakbarang.

“Secepatnya akan kita usulkan pembangunan jembatan baru dengan ukuran panjang 8 meter, lebar 6 meter. Perkiraan biayanya Rp 1, 150 Miliar. Volume jembatan lebih besar karena menyesuaikan kondisi di lapangan paska longsor terjadi,” terang Bambang.

Disebutkan, untuk membuka aksesibilitas warga Lebakbarang telah dibuat jalur darurat di lokasi jembatan yang putus itu. Kendaran roda dua dan empat sudah bisa melintasinya. Pengendara diimbau untuk hati-hati saat melalui jalur tersebut.

Sebelumnya diberitakan, setelah terisolir beberapa hari karena Jembatan Jangkar di Desa Mendolo, Kecamatan Lebakbarang hancur dihajar longsor, akses jalur Karanganyar – Lebakbarang kembali normal. Kendaraan roda dua dan roda empat sudah bisa melintasi jalur itu setelah pemda membuat jembatan darurat.