Banjir Kian Meluas, Tim SAR Sisir Warga Terdampak

oleh -
EVAKUASI MANULA: Aparat gabungan mengevakuasi manula di lokasi banjir di Desa Pait, Kecamatan Siwalan, kemarin.

TIRTO – Banjir di Kabupaten Pekalongan kian meluas, kemarin. Jumlah pengungsi pun bertambah.

Akibat ketinggian air di sejumlah wilayah lebih dari 1 meter, tim SAR dari Polres Pekalongan, BPBD, PMI, dan TNI menyisir daerah banjir untuk mengevakuasi para korban banjir ke lokasi yang lebih aman. Evakuasi terutama bagi manula, balita, orang sakit, dan kelompok rentan lainnya.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Pekalongan, sebanyak 11.079 jiwa di tiga kecamatan terdampak banjir sejak Sabtu (5/2/2022).

“Update data banjir, Senin (7/2/2022), pukul jam 07.00 WIB, ada 2.636 rumah, 3252 kepala keluarga, dan 11.079 jiwa yang terdampak banjir,” terang Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Budi Rahardjo, kemarin.

Menurutnya, banjir terjadi akibat curah hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Pekalongan pada hari Sabtu (5/2/2022) hingga Minggu (6/2/2022). Tiga kecamatan yang terdampak banjir, yaitu Kecamatan Siwalan, Sragi, dan Kecamatan Tirto. Ketinggian banjir sendiri dari 20 cm hingga 90 cm.

Untuk pengungsi banjir ada 147 orang di tiga titik, dan semuanya warga Desa Purwodadi, Kecamatan Sragi. Disebutkan, jumlah pengungsi di SDN Purwodadi ada 50 orang, masjid Purwodadi ada 37 orang, dan MI Purwodadi ada 60 orang. Akibat banjir, Jembatan Glotak di Desa Blimbingwuluh, Kecamatan Siwalan terputus.

Pihaknya menambahkan, upaya yang dilakukan BPBD yaitu melakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti TNI, Polri, pemerintah desa, kecamatan, dan masyarakat.