Kunjungi Kota Santri, Mensos Cek Korban Banjir

oleh -
JEMUR BUKU - Mensos Tri Rismaharini melihat buku yang dijemur di teras rumah warga di Kranji, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan paska banjir di kawasan itu, kemarin.

Usai tinjauan, Mensos kembali mengingatkan fenomena cuaca ekstrem yang akhir-akhir ini makin sering terjadi. “Karena sekali lagi dampak global warming ini cukup besar. Yang dulu daerah nggak banjir sekarang banjir, karena itu memang perlu langkah-langkah antisipasi,” katanya.

Mensos meminta pemerintah dan masyarakat tidak terlena. “Harus terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Karena kalau bencana terjadi, korbannya ya masyarakat,” katanya.

Mensos mengimbau kepada masyarakat baik yang berada di wilayah pegunungan maupun bantaran sungai agar lebih waspada terhadap cuaca ekstrem yang terjadi saat ini. “Dengan cuaca ekstrem seperti saat ini, potensi terjadinya bencana sangat mungkin terjadi terutama bencana alam tanah longsor dan banjir,” ujarnya.

Laporan sementara, longsor terjadi setidaknya di 10 titik yang menutup akses jalan (Data dari BPBD). Sehingga upaya membersihkan material longsoran untuk membuka akses jalan terus dilakukan.

Dalam kesempatan tersebut, Mensos juga menyerahkan bantuan berupa paket logistik bencana, paket sembako, dan perlengkapan kebersihan dengan total nilai Rp 403.116.169.

Bantuan logistik terdiri dari makanan anak sebanyak 210 paket, family kit 100 paket, kids ware 100 paket, peralatan dapur keluarga 100 paket, tenda gulung 50 lembar, kasur 100 unit, foodware 100 paket, dan beras 1.000 kg. (had)