Kunjungi Kota Santri, Mensos Cek Korban Banjir

by -
JEMUR BUKU - Mensos Tri Rismaharini melihat buku yang dijemur di teras rumah warga di Kranji, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan paska banjir di kawasan itu, kemarin.

KEDUNGWUNI – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini meninjau korban banjir air bah Sungai Sengkarang di Dukuh Kranji, Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Selasa (25/1/2022).

Risma dan rombongan diterima langsung Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Wabup Riswadi, Kapolres AKBP Arief Fajar Satria, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Czi Hamonangan Lumban Toruan, Kajari Abun Hasbullah Syambas, Sekda M Yulian Akbar, dan sejumlah kepala OPD di Pemkab Pekalongan.

Selain meninjau langsung pemukiman yang terdampak banjir, Risma juga melihat alur Sungai Sengkarang di daerah itu. Selanjutnya, Mensos mengecek kesiapan bantuan dan menemui Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Mensos akhiri kunjungannya di Kota Santri dengan turun langsung ke daerah longsor di Petungkriyono.

“Saya datang ada laporan soal longsor. Saya tidak pingin kalau antisipasinya tidak tepat, saya khawatir akan ada korban jiwa. Makanya kalau longsor saya biasanya langsung datang.

Tapi tadi saya dibawa ke yang banjir,” kata Risma, saat di Kranji.

“Saya sudah coba analisa. Saya juga mantan walikota, insinyur juga, jadi saya tahu bagaimana kira-kira untuk diselesaikan untuk sementara. Karena dampak global warming ini besar sekali. Yang dulu daerah ndak banjir sekarang banjir. Antisipasi kita harus lebih siap. Tidak bisa kita membiarkan, yang dampaknya kepada masyarakat. Untuk itu kita harus melakukan langkah,” tandas Mensos.

Mensos juga sempat tanya Sekda ada berapa alat berat. Sekda M Yulian Akbar pun menjawab ada dua alat berat. Namun kedua alat itu masih berada di daerah rawan longsor.

“Ok saya akan bantu. Bantu alat berat satu untuk nangani sini. Mestinya ini bisa diantisipasi. Badan sungai sudah jadi daratan, sehingga mungkin perlu dikembalikan,” kata Risma.