Kebijakan Satu Harga Belum Merata

by
DIBURU - Stok minyak goreng di toko modern terus diburu warga karena harganya telah disubsidi pemerintah menjadi hanya Rp 14 ribu per liter.

*Minyak Goreng Masih Mahal di Pasar Tradisional

KENDAL – Kebijakan satu harga yang ditetapkan pemerintah untuk menstabilkan minyak goreng ternyata belum memberikan dampak yang merata. Faktanya, harga komoditas berbahan dasar kelapa sawit ini masih belum stabil di pasar tradisional, jauh dari harga yang ditetapkan, yakni Rp14 ribu per liternya.

Pantauan Radar, harga minyak goreng kemasan maupun curah berbagai merk di sejumlah pedagang di pasar tradisional masih berkisar Rp 19 hingga Rp 20 ribu kemasan satu liter dan Rp 38 ribu kemasan 2 liter. Masih tingginya harga di tingkat pedagang pasar ini rupanya menjadi sasaran komplain banyak pembeli, yang menganggap kebijakan satu harga telah ditetapkan pemerintah. Pedagang pun tak bisa berbuat banyak, karena nyatanya harga yang mereka terima dari sales masih tinggi.

“Ya, tidak bisa kalau dijual sesuai dengan harga yang dipatok pemerintah. Kebanyakan pedagang saat beli minyak goreng masih harga mahal. Kalau dijual Rp 14 ribu akan merugi. Tetap dijual Rp 19 ribu per liter. Yang turun di pasar modern kalau di pasar tradisional harga tetap,” kata Jumanah, salah satu pedagang di Pasar Kendal.

Berbeda dengan kondisi di pasar tradisional, harga minyak goreng kemasan di pasar modern yang ada di wilayah Kecamatan Kendal sudah menyesuaikan harga dari pemerintah yakni Rp 14 ribu per liter. Namun untuk pembelian dibatasi satu orang maksimal dua liter. Terkait stok tidak ada pengurangan namun begitu minyak goreng datang dalam waktu satu jam langsung habis diserbu oleh warga.

“Saat ini hampir di semua toko modern yang tergabung dalam asosiasi pengusaha ritel Indonesia Aprindo semua sudah menerapkan satu harga sejak tanggal 19 Januari 2022,” kata petugas toko modern, Khamidun.