Dua Sungai Meluap

by
BERSIHKAN LONGSOR - Tanpa alat berat, proses pembersihan material longsor yang skalanya besar akan sulit dilakukan.

**Tujuh Desa Diterjang Banjir

KEDUNGWUNI – Dua sungai besar di Kabupaten Pekalongan meluap, Rabu (19/1/2022). Yakni Sungai Welo dan Sengkarang. Pemukiman warga di sepanjang bantaran sungai itu pun dihajar banjir.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Raharjo, Kamis (20/1/2022), mengatakan, akibat luapan Sungai Welo dan Sengkarang banjir terjadi di Desa Galangpengampon Kecamatan Wonopringgo. Ada 62 rumah terdampak dengan 62 KK atau 264 jiwa. Sebanyak 255 rumah di Kelurahan Kedungwuni Timur terdampak banjir, dengan 1035 jiwa. Di Kelurahan Kedungwuni Barat, ada 40 rumah dengan 178 jiwa terdampak.

Sementara di Desa Pesanggrahan Kecamatan Wonokerto ada 270 rumah dengan 1085 jiwa terdampak banjir. Banjir juga terjadi di Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar. Ada 6 rumah dengan 27 jiwa terdampak.

Sementara di Desa Kedungpatangewu Kecamatan Kedungwuni ada 90 rumah dengan 377 jiwa terdampak. Di Desa Pakisputih, banjir menggenangi 24 rumah dengan 90 jiwa terdampak.

“Banjir akibat luapan Sungai Welo dan Sengkarang. Kondisi sekarang sudah surut. Namun untuk wilayah utara masih ada genangan. Untuk Wonopringgo, Kedungwuni langsung surut. Yang Wonokerto, Tirto itu belum surut,” katanya.

Untuk tanggul jebol di Pesanggrahan, kata dia, masih ditangani secara darurat.

Sementara itu, bencana longsor terjadi di jalan Doro-Petungkriyono di Kayupuring, jalan Karanganyar – Lebakbarang di Bantarkulon, jalan Dukuh Parakan Sidomulyo, jalan Dukuh Petungkon Tembelanggunung, jalan desa Rogoselo, jalan Lemahabang – Sidoharjo, dan talud rumah di Krandegan.

Ia bersyukur, tidak ada laporan korban jiwa atas bencana longsor dan banjir tersebut.