Seratus Lebih Warga Mengungsi

by
MENGUNGSI - Puluhan warga terpaksa mengungsi di Gedung Serbaguna Sampangan, Kelurahan Kauman, Kecamatan Pekalongan Timur akibat rumahnya terendam banjir, Kamis (20/1/2022) pagi.

“Selain itu menyiagakan posko kebencanaan, menyebarluaskan informasi kebencanaan dan mempersiapkan fasilitasi pendukung pengungsi untuk memaksimalkan upaya pelayanan pengungsian bagi masyarakat terdampak dengan melibatkan seluruh elemen atau stakeholder kebencanaan lainnya,” imbuh Dimas.

Sementara itu, khusus banjir yang terjadi di Sampangan Gang 5B, menurut Kabid Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Kota Pekalongan Khaerudin adalah disebabkan karena air dari Sungai Loji yang masuk ke permukiman warga melalui celah pintu atau saluran di tanggul atau parapet yang telah dibangun. Sebenarnya, tanggul ketinggian tanggul tersebut sudah mampu menahan limpasan air Sungai Loji. Namun karena ada celah, maka air menggenangi permukiman setempat.

“Dulu desain dari kami semua tanggul di situ tertutup sehingga tidak ada celah. Air yang di permukiman dipompa melewati tanggul,” katanya.

Tetapi ternyata warga bersikeras harus ada celah di tanggul yang sudah dibangun dan ditinggikan tersebut untuk saluran air. “Risiko seperti kejadian banjir tadi malam (Rabu malam, red) sudah kami sampaikan, tetapi warga tetap ingin ada celah di tanggul itu,” ungkapnya.

Menurutnya, mestinya celah tersebut bisa buka tutup dengan papan ataupun besi. “Dulu yang papan sudah ada, warga yang mengelolanya. Tidak tahu sekarang masih ada atau tidak atau sudah rusak,” bebernya.

Khaerudin menambahkan bahwa DPUPR juga sudah menyerahkan pompa celup ke warga melalui RW setempat. Hanya saja pompa tersebut belum dioperasikan karena menunggu ketersediaan pasokan listriknya. (way)