Satgas BLBI Sita 33 Bidang Tanah di Kaliwungu

by
SITA ASET - Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) melakukan upaya penyitaan aset jaminan Grup Texmaco yang berada di Kaliwunggu, Kendal. Penyitaan ditandai dengan pemasangan papan tanda penyitaan asset Texmaco Grup oleh Dirjen Kekayaan Negara dan Bareskrim dan Forkompinda Kendal.

“Aset Group Texmaco di Kaliwungu kita sita ada 33 bidang tanah dan belum dilakukan penilaian. Di atas tanah yang disita memang masih berdiri PT Asia Pasific Fiber (APF) namun sudah mengerti dan berkordinasi dengan pemerintah. Soal statusnya masih akan diuraikan dan masih dalam pembahasan lebih lanjut,” ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Administrasi Hukum Umum, Cahyo R Muzam mengatakan, Satgas BLBI dengan dukungan seluruh pejabat jajaran di Kendal akan melaukan sitaan jaminan. Karena hal ini amanah Presiden dengan terbentuk tim satgas BLBI. Sehingga yang dilakukan pemerintah ini merupakan bentuk keseriusan karena setelah berpuluh tahun negara mengalah oleh obligor dan kreditur. “Hak rakyat dari negara jangan sampai dikuasi oleh kepentingan kelompok atau individu,” timpalnya.

Aset yang dilakukan penyitaan antara lain 328.153 meter persegi sebanyak 9 bidang tanah di Desa Nolokerto yang saat ini ditempati PT APF dan 14 bidang di Desa Sumberejo. Selain itu 2 bidang tanah yang berada di kawasan Texmaco Taman Syntetic seluas 70.470 dan tanah di Texmaco perkasa Engenering serta texmaco indobaja di Dukuh Mangir.

Cahyo R Muzam menyatakan, tidak hanya di Kendal dan di beberapa wilayah lainnya di Jawa Tengah, saat yang bersamaan penyitaan aset jaminan Group Texmaco juga juga dilakukan di wilayah Kota Tangerang dan Kabupaten Karawang. Untuk aset Group Texmaco yang berada di Kota Tanggerang berada di Kelurahan Gembor, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten sejumlah 5 bidang tanah seluas 48.030 m2. Sedangkan aset berada di Kabupaten Karawang berada di Kelurahan Gintungkerta, Kelurahan Anggadita, dan Kelurahan Kiarapayung, Kecamatan Klari, Karawang, Jawa Barat sejumlah 100 bidang tanah seluas 920.675 m2.

“Selanjutnya, atas jaminan Grup Texmaco yang telah dilakukan penyitaan akan dilanjutkan proses pengurusannya melalui mekanisme PUPN yaitu dilakukannya penjualan secara terbuka (lelang) dan/atau penyelesaian lainnya,” tegasnya.

Satgas akan terus melakukan upaya berkelanjutan untuk memastikan pengembalian hak tagih negara melalui serangkaian upaya seperti pemblokiran, penyitaan, dan penjualan aset-aset debitur/obligor yang selama ini telah menikmati dana BLBI.

Untuk antisipasi adanya protes, penyitaan aset Group texmaco tersebut mendapat pengawalan puluhan petugas Polres Kendal. (lid)