Satgas BLBI Sita 33 Bidang Tanah di Kaliwungu

by
SITA ASET - Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) melakukan upaya penyitaan aset jaminan Grup Texmaco yang berada di Kaliwunggu, Kendal. Penyitaan ditandai dengan pemasangan papan tanda penyitaan asset Texmaco Grup oleh Dirjen Kekayaan Negara dan Bareskrim dan Forkompinda Kendal.

*Milik Grup Texmaco, Obligor/Kreditur BLBI

KENDAL – Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) melalui Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) melakukan upaya penyitaan aset jaminan Grup Texmaco di 6 kota, Kamis (20/1/ 2022). Salah satu aset yang disita berada di wilayah Kabupaten Kendal, yakni di Desa Nolokerto dan Sumberejo Kaliwungu seluas 691.204 m2. Penyitaan ditandai pemasangan papan oleh Dirjen Kekayaan Negara, Rionald Silaban didampingi Dirjen Administrasi Hukum Umum, Cahyo R Muzam, Bareskrim dan Forkompinda Kendal.

Dirjen Kekayaan Negara, Rionald Silaban mengatakan ini bagian dari tugas Satgas BLBI yang akan melakukan sita. Selain di Kendal, untuk Jawa Tengah aset jaminan Group Texmaco juga tersebar di tiga wilayah lain, yakni di Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang sejumlah 4 bidang tanah seluas 45.540 m2, dan di Kelurahan Pedurungan, Kelurahan Beji dan Kelurahan Serang, Kecamatan Taman, Kelurahan Petarukan, Kecamatan Petarukan, Kelurahan Mulyoharjo, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, sejumlah 14 bidang tanah seluas 198.057 m2, serta di Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, sejumlah 1 bidang tanah seluas 30.740 m2.

“Krisis ekonomi Asia, pemerintah membentuk BPPN dan saat berakhir masih banyak kewajiban obligor dan debitur yang belum diselesaikan. Kemudian diserahkan kepada kementerian keuangan dalam hal ini panitia urusan piutang negara,” katanya.

Rionald Silaban mengungkapkan, pemerintah ini menyelesaikan ini dan lebih dari 20 tahun bagi Negara sudah banyak waktu yang diberikan. Yang belum bisa menyelesaikan kewajibannya maka pemerintah akan meminta hak pemerintah.

“Pemerintah bersungguh-sungguh untuk menyelesikannya. Penyitaan aset ini kami lakukan serentak di 6 titik. Dibantu para aparat di daerah agar berjalan baik. Hitungan kami kewajiban group Texmaco adalah Rp 31,3 triliun dan 3,9 miliar dolar,” tukasnya.

Menurut Rionald Silaban, pemerintah dalam menghitung sudah sungguh-sungguh. Penyitaan pertama sudah dilakukan 23 Desember 2021 lalu di 587 bidang tanah seluas 4,7 juta meter aset di 5 kota kabupaten milik Texmaco group. Sedangkan kali ini lakukan penyitaan dan pemasangan plang tahap 2.