Cegah Klaster PTM, Testing Covid-19 Diperkuat

by
MONITORING - Bupati Kendal Dico M Ganinduto lakukan monitoring pelaksanaan PTM terbatas di Weleri dan Pageruyung.

KENDAL – Berdasarkan hasil evaluasi, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen pekan pertama berjalan baik dan lancar. Namun demikian, Bupati Kendal, Dico M Ganinduto meminta satuan pendidikan untuk memperkuat testing dan tracing Covid-19 guna mencegah munculnya klaster sekolah.

“PTM terbatas ini dapat dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019. Yakni mengatur tentang mekanisme pelaksanaan PTM Terbatas di satuan pendidikan yang berada di wilayah PPKM level 1 dan 2,” kata Bupati Dico M Ganinduto saat monitoring pelaksanaan PTM di SD Negeri 1 Weleri dan SMP Negeri 1 Pageruyung, Rabu (19/1/2022).

Dico mengungkapkan, bahwa syarat pelaksanaan PTM 100 persen dilakukan tiap hari yaitu pada satuan pendidikan dengan capaian vaksinasi dosis kedua pendidik dan tenaga kependidikan setidaknya mencapai 80% dan capaian vaksinasi dosis 2 warga masyarakat lansia paling sedikit 50% di tingkat kabupaten/kota. “Dengan jumlah peserta didik 100%. Sedangkan lama belajar paling banyak 6 jam pelajaran per hari,” terangnya.

Atas dasar itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal melakukan uji coba PTM Terbatas dengan peserta didik 100 persen selama dua minggu ke belakang., Hal ini juga didukung dengan capaian vaksinasi anak dan tenaga pendidik. Capaian vaksinasi anak usia 6-11 tahun sudah 95%, anak usia SMP di angka 96% dan tenaga pendidik 96%. Bupati menilai anak-anak didik di Kendal memang sudah sangat membutuhkan pembelajaran tatap muka. Karena di tahun 2021 banyak sekali siswa-siswi di Kendal merasa mengalami learning loss karena pembelajaran jarak jauh.

“Diharapkan untuk memperkuat dan memperbanyak lagi testing di lingkungan sekolah. Random sampling harus diselenggarakan setiap hari, baik untuk siswa maupun tenaga pendidik, ini untuk menghindari cluster sekolah,” timpalnya.

Sementara Kepala Disdikbud Kendal, Wahyu Yusuf Ahmadi mengatakan, hasil evaluasi Satgas Covid-19 dan Disdikbud tidak ditemukan pelanggaran prokes dan juga tidak ditemukan siswa yang terkonfirmasi covid-19. Ia mengajak pada semua satuan pendidikan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, tak hanya satuan pendidikan namun peran dari orang tua juga sangat dibutuhkan.

“Sehingga jika anaknya berangkat sekolah tidak menggunakan masker agar diingatkan. Dengan demikian sinergitas antara satuan pendidikan dan orangtua akan memutus penyebaran covid -19,” ucapnya. (lid)