Sidang Perdana, Kades Blado Dengarkan Dakwaan JPU

by -
SIDANG VIRTUAL - Proses persidangan perdana terdakwa Kusno Aji berlangsung secara virtual.

*Kasus Dugaan Penyalahgunaan APBDes 2017-2018

BATANG – Kepala Desa Blado Kusno Aji menjalani sidang pertamanya dalam perkara Tindak Pidana Korupsi dugaan penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Desa Blado tahun anggaran 2017 – 2018.

Kasi Intel Kejari Batang, Ridwan Gaos Natasukmana dalam press rilisnya mengatakan, bahwa terdakwa Kusno Aji diduga telah menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp. 85.784.566,08 pada APBDes tahun anggaran 2017 – 2018.

“Selasa kemarin, terdakwa menjalani sidang perdananya dengan agenda pembacaan dakwaan oleh M. Zainudin Mustofa, selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Batang,” ujar Ridwan, Rabu (19/1/2022).

Adapun, kata dia, atas perbuatan tersebut, terdakwa Kusno Aji didakwa dengan dakwaan;
Primair : Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Ayat (1), (2), (3) Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Subsidiair : Pasal 3 Jo Pasal 18 Ayat (1), (2), (3) Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Sebelumnya perkara tersebut telah dilakukan pelimpahan pada Kamis (6/1/2022) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Semarang. Adapun agenda sidang selanjutnya adalah pemeriksaan terhadap saksi-saksi pada hari Selasa (25/1/2022),” terangnya.

Sehubungan dalam masa pandemi Covid-19, pelaksanaan persidangan dilaksanakan secara virtual guna mencegah penyebaran COVID–19 (coronavirus disease 2019). Di mana terdakwa mengikuti persidangan dari Lapas Kelas II Batang dan Jaksa Penuntut Umum dari Kantor Kejaksaan Negeri Batang sedangkan Penasehat Hukum terdakwa dan Majelis Hakim di Pengadilan Tipikor Semarang. (fel)