Diguyur Hujan Deras, Dua Rumah di Kandang Panjang Roboh

oleh -
Rumah milik Indriyani di RT 02 RW 10 Kelurahan Kandang Panjang, Pekalongan Utara, Kota Pekalongan roboh akibat hujan deras dan angin kencang, Rabu (19/1/2022) dini hari. Wahyu Hidayat

KOTA – Akibat diguyur hujan deras disertai angin kencang, dua rumah milik warga di Kelurahan Kandang Panjang, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, roboh pada Rabu (19/1/2022) dini hari.

Kedua rumah tersebut, yang pertama adalah rumah milik Alm Juli yang dihuni istrinya, Indriyani (62) di RT 02 RW 10, dan kedua adalah rumah milik Slamet Mulyo di RT 07 RW 05. Untungnya kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.

Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Bencana BPBD Kota Pekalongan Dimas Arga Yudha saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut.

Dimas mengungkapkan, Kota Pekalongan memang diguyur hujan dengan intensitas tinggi selama hampir tiga jam disertai angin pada Rabu (19/1/2022) dini hari.

“Kondisi tersebut menyebabkan dua rumah warga Kandang Panjang roboh. Selain akibat hujan, kedua rumah tersebut roboh karrna bangunannya sudah lapuk. Apalagi apalagi sebelumnya sering tergenang rob, sehingga konstruksi bangunan tidak kuat menahan beban,” katanya.

Dari hasil asesmen dan survei di lokasi, kondisi kerusakan yang dialami kedua rumah itu cukup parah namun tidak sampai merobohkan keseluruhan bangunan.

Misalnya pada rumah Indriyani, yang roboh bagian teras dan bangunan tambahan. Sedangkan rumah Slamet Mulyo roboh pada bagian belakang dan kamar mandi. Diinformasikan pula bahwa pemilik rumah tidak sampai mengungsi, masih bertahan di bagian rumah yang masih bisa ditempati.

Dimas menambahkan begitu menerima informasi, BPBD menerjunkan tim untuk melakukan asesmen dan survei di lokasi agar ada penanganan lebih lanjut. “Harapannya nanti kita bisa support agar mereka mendapat bantuan perbaikan rumah. Tentunya kita juga koordinasi dengan pihak kelurahan dan pihak terkait. Untuk langkah awal, BPBD juga sudah memberikan santunan logistik,” ujarnya.

Dimas juga menyampaikan bahwa saat ini Kota Pekalongan memang memasuk fase puncak musim penghujan. Meskipun saat ini berdasar prediksi BMKG masih kategori ringan sampai sedang. Namun masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya bencana, baik itu banjir, angin kencang, longsor, dan bencana lainnya. (way)