Abrasi Simonet Kian Parah

by
DIGEMPUR ABRASI - Pepohonan mati akibat daratan di Simonet dihajar abrasi.

Dengan upaya penghijauan itu diharapkan abrasi tidak terus merambah ke selatan. Sehingga aset-aset perekonomian warga seperti tambak dan kebun melati yang masih tersisa bisa diselamatkan.

Diakuinya, abrasi di Simonet kian ganas. Apalagi pada musim angin barat seperti saat ini. Penyelamatan pulau itu dengan konservasi vegetatif perlu dilakukan, agar Simonet tidak hilang.

“Akses ke sini sudah sulit. Jalan tembus ke Desa Depok sudah tersapu abrasi. Hanya melalui jalur penyeberangan muara di TPI. Itu pun kalau musim rob juga susah aksesnya ke sini,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, kondisi pulau Simonet di Desa Semut, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan kian mengkhawatirkan. Pulau ini kian tenggelam. Hanya 30 persen daratan yang tersisa. Sebagian besar sudah menjadi ‘lautan’.

Banyak bangunan rumah di perkampungan ini rusak. Warga pun berupaya membongkar rumah rusak itu untuk mengamankan material rumah yang masih bisa digunakan kelak.

“Kondisi Simonet saat ini kian mengkhawatirkan. Kondisinya gawat darurat,” terang Joyo Laksono, tokoh masyarakat Simonet.
Terjangan rob tinggi nyaris tiap hari. Ketinggian pasang air laut 1-2 meter.

Ia mengatakan, daratan yang ada masih 30 persen. Dari sekitar luasan 21 hektar. Warga yang masih bertahan sekitar 96 jiwa. Yang sebelumnya 265 jiwa.

“Yang tersisa 28 KK untuk saat ini,” ungkap dia. (had)