Darurat, Lantai SDN 3 Bandengan Bakal Ditinggikan

by
TINJAU LOKASI - Kepala Disdikbud Kendal Wahyu Yusuf Akhmadi lakukan peninjauan SDN 3 Bandengan di Kelurahan Bandengan,Kecamatan Kota Kendal yang selama ini kerap terdampak rob.

*Belum Ada Anggaran, Disdikbud Gandeng Baznas

KENDAL – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal mengambil langkah cepat untuk menangani proses pembelajaran di SDN 3 Bandengan, Kecamatan Kota Kendal, yang selama ini terdampak banjir rob. Dengan menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kendal, Disdikbud bahkan telah menyiapkan langkah darurat berupa peninggian lantai lokal guna memastikan pembelajaran tatap muka (PTM) tetap bisa berjalan dengan baik tanpa harus terganggu genangan air.

“Solusi alternatif awalnya lantaianya akan ditinggikan dan atap lokal (kelas, red) juga ikut dinaikkan. Karena anggaranya terlalu besar bisa sampai Rp 400 juta, sehingga hanya peninggian lantai 4 lokal saja. Pembiayaanya akan gandeng Baznas Kendal, anggaran Rp 200 juta. Lantai ditinggikan 1 meter,” kata Kepala Disdikbud Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi, usai lakukan peninjuan sekolah terdampak rob yang ada di Kelurahan Bandengan, Kota Kendal, Selasa (18/1/2022).

Dijelaskan Wahyu, Disdikbud Kendal sudah melakukan asesmen pada tahun 2021 terhadap sekolahan yang lokasinya tak jauh dari tempat pelelangan ikan (TPI) dan menjadi langganan rob tersebut. Bahkan untuk penangananya pun sudah diusulkan baik melalui APBN, DAK maupun APBD. Hanya saja, di tahun 2022 ini SDN 3 Bandengan belum mendapat alokasi anggaran. Karena itu, sebagai alternatif solusi jangka pendek, Disdikbud akan meninggikan lantai ruang kelas agar bisa digunakan untuk kegiatan belajar.

“Peninggian lantai ini sudah saya diskusikan dengan pihak sekolah dan juga komite. Dengan peninggian lantai ini risiko terdampak rob saat air laut pasang menjadi kecil. Anggaran APBD belum tersedia, maka kami akan gandeng Baznas Kendal untuk turut serta melaksanakan kebaikan atau evaluasi sarana prasaranan yang ada di SDN 3 Bandengan,” jelasnya.

Wahyu menyatakan bahwa relokasi sekolah sebenarnya menjadi solusi paling tepat untuk mengatasi dampak rob. Akan tetapi hal itu justru akan menjadi dilema, mengingat relokasi sekolah akan membutuhkan waktu yang lama. Selain mencarikan lahan penggantinya juga pembangunan sekolahan baru tidak cukup dilakukan dalam hitungan satu dua bulan. Pada sisi lain, dengan jumlah siswa yang banyak tidak memungkinkan kegiatan belajar mengajarnya bergabung dengan sekolah lainnya.