Longsor, Petungkriyono Terisolir

by
AKSES TERTUTUP LONGSOR - Akses menuju ke Petungkriyono di jalur Kroyakan - Tinalum tertutup longsor.

Disebutkan, di daerah Kayupuring ada tiga titik longsor. Material longsor tidak bisa dibersihkan secara manual. Harus gunakan alat berat.

“Sudah ada yang dichainsaw tapi pohonnya besar-besar. Rata-rata longsornya karena sungai bawa material seperti banjir air bah itu,” terang dia.

Ia sudah menghubungi BPBD dan DPU. Rencana alat berat akan dikirim ke atas, namun besok pagi. “Tadi sudah ada yang mencoba membersihkan. Ada bantuan dari BPBD, PMI, Pramuka, Perhutani, TNI, polisi, dan warga. Pas maghrib hujan semakin deras. Yang ditangani rata-rata mengandung air semua. Makanya saya hentikan demi keamanan dan keselamatan,” katanya.

Menurutnya, di Kroyakan saja material longsor kian banyak. Pasalnya, luapan sungai masih terus terjadi dengan membawa material longsor berupa tanah, batu, dan pepohonan. “Hujan masih turun. Suara gemlutuk banjir bah sungainya masih terjadi. Situasi gelap. Sinyal susah. Koordinasi antar tim sulit. Makanya saya hentikan dulu demi keselamatan,” ujar Hadi.

Menurutnya, pembersihan material longsor akan dilanjutkan besok pagi dengan alat berat. Karena pembersihan secara manual tidak akan bisa. “Yang berada di atas ya bertahan di atas. Yang berada di tengah ya nginep dulu di Kayupuring. Yang bawah ya balik dulu ke bawah,” kata dia. (had)