Longsor, Petungkriyono Terisolir

by
AKSES TERTUTUP LONGSOR - Akses menuju ke Petungkriyono di jalur Kroyakan - Tinalum tertutup longsor.

**Wisatawan dan Guru Putar Arah Lewati Banjarnegara

PETUNGKRIYONO – Akses ke Petungkriyono melalui jalur Doro – Petungkritono kemarin sore terputus. Pasalnya, ada beberapa titik longsor yang menutupi badan jalan.

Proses evakuasi material longsor pun dihentikan untuk keamanan warga dan petugas. Pasalnya, situasi gelap. Sinyal sulit. Longsor susulan masih berpotensi terjadi karena hujan masih belum reda. Pembersihan longsor dengan alat berat akan dilakukan Rabu (19/1/2022) pagi ini.

Sejumlah wisatawan dan guru-guru terjebak tidak bisa turun melalui jalur Kroyakan – Sokokembang. Di antara mereka pun terpaksa putar arah melalui jalur Kalibening (Banjarnegara) untuk bisa turun ke daerah bawah. Demikian sebaliknya. Warga Petungkriyono di bawah yang akan pulang ke rumahnya terpaksa melalui jalur itu juga, sehingga jarak tempuhnya lebih jauh.

“Teman-temanku tadi mau turun tidak bisa karena ada longsor di Sokokembang. Awalnya ada yang mencoba berjalan terus pinjam motor warga. Tapi ternyata longsornya ada tiga titik dan itu tidak bisa dilalui semuanya,” terang Enda, guru SMAN 1 Petungkriyono, kemarin sore.

Menurutnya, untuk bisa pulang ke rumah, maka harus memutar melalui jalur selatan atau melalui Wanayasa (Banjarnegara). “Belum tahu nasib teman-temanku, apakah nginap di Petung sampai longsornya bisa dibersihkan atau nekat pulang melalui Banjarnegara,” kata dia.

Rojiin, warga Desa Kayupuring, Kecamatan Petungkriyono, mengatakan, material longsor menutup badan jalan utama. Sehingga jalur ke Petungkriyono dan sebaliknya melalui jalur Doro tidak bisa dilalui. Longsor akibat hujan deras disertai angin yang mengguyur wilayah pegunungan itu sejak pukul 13.00 WIB.