Ibu Hamil Ditandu ke Rumah Sakit, di Perjalanan Bayi Meninggal dalam Kandungan

by
Tangkapan layar, Rusmini, ibu hamil yang ditandu warga menuju rumah sakit. Sayangnya bayi yang ada di kandungannya meninggal dunia. -dok-net

Seorang ibu hamil terpaksa digotong menuju rumah sakit. Jalan rusak membuat wanita hamil itu ditandu.

Sayangnya ketika sampai di rumah sakit, bayi yang ada dalam kandung sang ibu meninggal dunia. Bayi meninggal karena terlambat mendapatkan pertolongan medis.

Kasus tersebut terjadi di Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan (Sumsel).

Wanita hamil tersebut diketahui bernama Rusmini. Dia yang akan melahirkan terpaksa ditandu melewati jalan rusak menuju rumah sakit. Namun, saat tiba di RSIA Dwi Sari Lubuklinggau, sang bayi meninggal dalam kandungan.

Kasus tersebut dibenarkan Humas RSIA Dwi Sari Lubuklinggau, Arum. Dia menyebut kasusnya terjadi pada Sabtu (15/1/2022).

“Pasiennya masuk Sabtu (15/1/2022) malam. Sekitar pukul 20.00 WIB. Kondisi pasien saat itu sudah gawat,” katanya saat dikonfirmasi Senin (17/1/2022).

Dijelaskannya, bayi yang ada dalam kandungan Rusmini, telah meninggal dunia saat tiba di RSIA Dwi Sari.

“Saat itu bayinya sudah tidak ada (meninggal),” imbuhnya dilansir linggaupos.co.id.

Mengetahui bayi meninggal dalam kandung, pihak rumah sakit langsung melakukan tindakan. Tim dokter kemudian melakukan operasi caesar untuk mengeluarkan bayi.

Saat itu pasien atau sang ibu dalam kondisi stabil.

“Pasien sudah pulang kemarin (Minggu 16/1/2022). Untuk bayi memang sudah meninggal di dalam perut,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Puskesmas Bingin Teluk, Hendra menjelaskan terkait video viral wanita hamil digotong melalui jalan rusak dan naik pikap.

“Kejadiannya Sabtu (15/1/2022), kami dapat informasi ada ibu mau melahirkan, dalam perjalanan menuju Puskesmas dari Dusun Sungai Gulo,” jelasnya, Senin (17/1/2022).

Hendra menyebut dusun Sungai Gulo, Desa Beringin Makmur II, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), tempat Rusmini tinggal sangat jauh dan sudah berbatasan dengan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Jalannya pun sangat jelek. Terlebih saat musim hujan. Bisa membutuhkan waktu 1,5 jam. Pihaknya kemudian menjemput menggunakan ambulans.

Rusmini kemudian diangkut pikap menuju Puskesmas.

“Karena kondisi jalan yang jelek, maka bertemu di titik yang sudah ditentukan. Kemudian menggunakan brangkar dari ambulans, wanita hamil digotong dari pikap ke ambulans,” katanya.

Diakuinya posisi video saat Rusmina digotong, posisinya di jalan rusak yang memang tidak bisa dilalui oleh kendaraan.

“Pasien kemudian didampingi seorang dokter dan bidan kami rujuk ke Lubuklinggau. Tepatnya dibawa ke RS Bersalin Dwi Sari, karena tidak bisa ditangani di Puskemas karena posisi bayi sungsang dan terlilit tali pusat ,” jelasnya.

Sebelumnya, viral video wanita yang hendak melahirkan naik pikap dan digotong melalui jalan rusak di Muratara. Video ini beredar di facebook, ada tiga buah masing-masing berdurasi 30 detik.

Ketiga video wanita melahirkan dibagikan akun dengan nama Yuniarti, disertai tulisan “Ibu ingin melahir sulit menuju rumah sakit.” (fin)