Wanita Ini Tetap Gelar Upacara Pernikahan Meski Tanpa Suami, Ini Penyebabnya

by -
Melina (kiri) dan foto usai upacara pernikahannya.-dok-radarbali.id

Masyarakat Bali dihebohkan dengan berita upacara pernikahan seorang wanita tanpa ada suaminya. Warga pun bertanya-tanya penyebabnya.

Pernikahan tanpa suami tetap dijalani Ni Putu Melina, pada 12 Januari 2022. Wanita 22 tahun warga Banjar Banda, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali ini tak ingin mengecewakan keluarga dan undangan.

Penyebabnya sang suami ogah tinggal di rumah sang istri. Karenanya dia membatalkan secara sepihak di hari H pernikahan.

Sang calon suami yang masih satu banjar/dusun dengan Melina tidak mau menjadi usai menikah.

“Dua hari sebelum upacara pernikahan, si lelaki mendadak mengatakan tidak mau nyentana (tinggal di rumah istri),” ujar ayah Melina, I Ketut Suwardita, dikutip radarbali.id, Selasa, 18 Januari 2022.

Ketut Suwardita kaget mendengar putusan calon menantunya. Kemudian dia menanyakan pada sang anak, Melina.

Tapi karena perlengkapan upacara sudah siap, keluarga, dan Melina juga mengaku siap, makan diputuskan upacara pernikahan digelar tanpa suami.

“Anak saya bilang sudah mantap untuk mencari sentana. Tapi karena dia (si lelaki, red) tidak mau, dan segala perlengkapan upacara telah disiapkan, sehingga upacara pernikahan tetap kami langsungkan meskipun tanpa lelaki,” ujarnya.

Diceritakannya, anaknya dengan si lelaki telah berpacaran sejak lama. Merekapun pernah putus nyambung.

Saat akan balikan, si lelaki secara tegas mau menuruti keinginan anaknya. Yakni nyentana. Hingga putrinya pun hamil.

Melina hamil disambut baik oleh semua pihak, termasuk si lelaki. Merekapun memantapkan diri untuk menikah, mulai dari mencari hari baik, membuat foto prewedding hingga menyebabkan surat undangan pernikahan.

Sebelum calon mantunya membatalkan pernikahannya, pihaknya telah mendapatkan penolakan dari orang tua si lelaki.

“Saat nyedekin, orang tuanya menolak tidak mau anaknya nyentana. Tapi dia (si lelaki) mengatakan, apapun keputusan orang tuanya, baik memperbolehkan atau tidak, dia akan kabur dari rumah dan akan menikah dengan anak saya,” ujarnya.

Atas peristiwa ini, pihaknya sudah menerima degan ikhlas. Dan tidak mau memaksa si lelaki.

“Astungkare anak saya juga tabah dan kuat menerima semua ini,” jelas dia.

Ketut Suwardita menambahkan, pengalaman pahitnya ini supaya menjadi pelajaran bagi perempuan yang mencari sentana.

“Kami ingin ini menjadi pelajaran bagi anak perempuan yang mencari sentana. Supaya tidak terjadi seperti yang dialami anak saya,” ujarnya. (fin)