Disdikbud Batang Kawal Langsung Rehab 7 Gedung Sekolah Sampai Selesai

by
LESEHAN - Para siswa SDN Wonosegoro 02 Bandar saat belajar lesehan di Madin Miftahul Ulum Wonosegoro.

BATANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang berkomitmen untuk mengawal proses rehab 7 bangunan gedung sekolah hingga selesai. Karena itulah, setiap kegiatan dari pihak rekanan selalu dalam pengawasan dari pihak dinas.

“Kita akan kawal proses pengerjaan oleh pihak rekanan hingga selesai, sehingga gedung tersebut bisa kembali digunakan,” ungkap Kepala Disdikbud Batang, Achmad Taufik melalui Kepala Bidang SD, Yulianto, Senin (17/01/2022).

Yulianto menjelaskan, proses pengerjaan 7 gedung Sekolah Dasar tersebut saat ini sudah memasuki masa perpanjangan. Pihak rekanan sendiri sudah menyatakan siap untuk menyelesaikan, dan hingga saat ini pengerjaan disejumlab sekolah juga masih terus dikerjakan.

“Pihak rekanan sudah membuat pernyataan kesanggupan untuk menyelesaikan proses rehab, dan siap memenuhi persyaratan yang ditentukan. Namun kita dari pihak dinas tetap melakukan pemantauan kegiatan di lapangan guna memastikan agar pihak rekanan benar-benar menjalankan apa yang sudah menjadi komitmen,” jelas Yulianto.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sejumlah matrial sudah didatangkan untuk pihak rekanan. Selain itu, pekerjaan yang sebelumnya sempat berhenti juga sudah kembali dikerjakan agar bisa selesai.

“Kita terus berkoordinasi dengan pihak sekolah, guna memastikan pekerjaan rehab dikerjakan. Disisi lain, kita juga terus berkomunikasi dengan pihak rekanan guna mendorong percepatan proses pengerjaanya,” lanjut Yulianto.

Yulianto juga memastikan bahwa dalam proses rehab sejumlah gedung sekolah yang hingga kini belum selesai juga tidak ada kerugian negara. Pasalnya, anggaran yang diperuntukkan untuk pembiayaan belum ada yang keluar dari kas daerah.

“Kita pastikan tidak ada kerugian negara, karena belum ada proses pembayaran. Dan kita optimis, proses rehab sendiri akan bisa diselesaikan. Sehingga nantinya nantinya bisa kembali difungsikan,” tegas Yulianto.

Terkait proses belajar mengajar, untuk saat ini memang ada siswa yang menumpang di Madrasah Diniyah. Hal itu dilakukan sejak pertama kali proses rehab dilakukan.

“Mengingat saat ini proses rehab belum selesai, maka permintaan pinjam ruangan tersebut akan diperpanjang. Dan pihak Madin sendiri tidak keberatan,” tandas Yulianto. (don)